Kumparan Logo

Indeks Kepercayaan Industri Kemenperin Naik Jadi 53,55 pada Agustus 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik industri di Rusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik industri di Rusia. Foto: Shutterstock

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 53,55 pada Agustus 2025. Angka indeks itu mengalami kenaikan 0,66 poin dari IKI Juli 2025 sebesar 52,89.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menuturkan secara tahunan, IKI pada Agustus 2025 mengalami kenaikan 1,15 poin dari IKI Agustus 2024 sebesar 52.40.

Febri menjelaskan, Kemenperin membina sebanyak 23 subsektor industri pengolahan. Dari 23 subsektor industri tersebut 21 di antaranya mengalami ekspansi pada Juli 2025. Sementara dua subsektor industri lainnya mengalami kontraksi.

“Besarnya IKI pada Agustus 2025 ini masih ekspansif terutama disebabkan karena adanya 21 subsektor yang PDB besar itu berada pada status ekspansif dan kontribusi PDB-nya (Kuartal II 2025) 95,6 persen,” kata Febri dalam Rilis IKI Kemenperin, di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (28/8).

Febri kemudian membeberkan ada dua sektor yang memiliki nilai IKI tertinggi yaitu industri alat angkutan lainnya atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 30 dan industri pencetakan dan reproduksi media rekaman dengan KBLI 18.

“Sedangkan dua subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya atau KBLI 25 dan industri reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan atau KBLI 33,” jelasnya.

Dari variabel pembentuknya, nilai IKI variabel pesanan baru pada Agustus 2025 mengalami peningkatan sebesar 2,98 poin atau mencapai 57,38.

Lalu variabel persediaan produk juga mengalami peningkatan sebesar 2,05 poin atau mencapai 57,04. “Artinya banyak stok produk yang menumpuk di gudang, jadi selain pesanannya naik tinggi produknya juga banyak di gudang,” imbuhnya.

Meski demikian, nilai IKI variabel produksi masih mencatatkan kontraksi dan menurun sebesar 4,15 poin atau mencapai 44,84.

“Ini bukan berarti semua pabrik berhenti, tapi masih banyak yang berproduksi namun proses produksinya masih ditahan, masih banyak industri yang wait and see,” jelasnya.

Febri menyoroti meskipun saat ini pesanan baru relatif tinggi, namun permintaan tersebut dipenuhi oleh persediaan produk. Artinya permintaan baru baik dari domestik maupun luar negeri ini dipenuhi oleh hasil produksi pada bulan-bulan sebelumnya.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kemenperin telah mengecek, tidak ada peningkatan impor bahan baku dan barang konsumsi pada dua bulan terakhir yaitu Juni dan Juli. Dengan demikian sejalan dengan penurunan variabel produksi pada Agustus.

Lebih lanjut Febri menjelaskan IKI dari perusahaan industri berorientasi ekspor pada Agustus nilainya 54,11 meningkat 0,76 poin dari bulan sebelumnya sebesar 53,35.

Kemudian IKI untuk industri yang mengandalkan pasar domestik pada Agustus 2025 mencatatkan angka 52,64 yang juga ekspansi dan naik dari bulan sebelumnya sebesar 52,16.

Febri menjelaskan secara umum kegiatan usaha Agustus 2025 tergolong baik, ada 79,8 persen perusahaan yang menyampaikan kegiatan usahanya membaik dan stabil.

Kemudian ada 32,9 persen perusahaan responden yang menyatakan usahanya baik dan 20,2 persen perusahaan yang menyebutkan kondisi usahanya menurun pada Agustus 2025.

“Optimisme pelaku usaha relatif terjaga dalam waktu enam bulan ke depan,” tutup Febri.

instagram embed