Kumparan Logo

India Kena Tarif 25% karena Tolak Buka Akses Pertanian ke AS & Beli Minyak Rusia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada acara "Namaste Trump" di Stadion Sardar Patel Gujarat, di Ahmedabad, India. Foto: REUTERS/Al Drago
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada acara "Namaste Trump" di Stadion Sardar Patel Gujarat, di Ahmedabad, India. Foto: REUTERS/Al Drago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif 25 persen ke India. Keputusan itu diambil menyusul alotnya negosiasi dagang antara kedua negara, terutama terkait akses ke sektor pertanian India yang dinilai terlalu tertutup.

Alasan lain India mendapatkan tarif tinggi dibandingkan kebanyakan negara Asia lainnya adalah karena mereka membeli minyak mentah dari Rusia.

Mengutip Reuters, India bersikeras melindungi sektor pertanian padat karya mereka meski negosiasi dengan AS masih berlangsung. Sikap tersebut akhirnya memicu kemarahan dari partai posisi dan menyebabkan nilai tukar Rupee merosot.

Langkah Trump menaikkan bea impor pada Jumat (1/8) dilakukan di tengah semakin banyaknya bukti bahwa kebijakan ini mulai mendorong kenaikan harga barang konsumsi.

Presiden AS Donald Trump bereaksi saat berbicara kepada awak media di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan dari Skotlandia, Inggris, menuju Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, pada 29 Juli 2025. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Data Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Kamis (31/7) menunjukkan harga furnitur rumah tangga dan peralatan rumah tangga tahan lama yang mengalami kenaikan terbesar sejak Maret 2022 dengan melonjak 1,3 persen pada Juni, setelah naik 0,6 persen pada Mei. Harga barang rekreasi dan kendaraan naik 0,9 persen setelah stagnan di bulan sebelumnya, tertinggi sejak Februari 2024. Sementara harga pakaian dan alas kaki naik 0,4 persen.

Sementara negosiasi dengan India masih berlangsung, Trump telah mencapai kesepakatan dengan Korea Selatan. Negeri Ginseng itu setuju menerima tarif 15 persen, yang turun dari ancaman 25 persen berkat kesepakatan investasi senilai USD 350 miliar di proyek-proyek AS.