Indo Tambangraya (ITMG) Cetak Laba Bersih Rp 6,12 T Sepanjang 2024

27 Februari 2025 11:56 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Emiten penjualan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 374,11 juta atau setara dengan Rp 6,12 triliun (kurs: Rp16.372 per dolar AS) pada tahun 2024. Nilai tersebut turun 25,2 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2023 sebesar USD 500,33 juta atau Rp 8,19 triliun.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI), ITMG mencatatkan peningkatan volume produksi dan penjualan batubara masing-masing sebesar 20 persen secara tahunan atau (year on year) dan 15 persen yoy selama tahun 2024.
Pendapatan perusahaan menurun sebesar 3 persen yoy meskipun terdapat penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 16 persen yoy. Perusahaan mempertahankan neraca yang sehat dengan total aset meningkat sebesar 10 persen yoy dan kas tetap kuat di USD 990 juta pada 2024 sedangkan total liabilitas meningkat sebesar 18 persen yoy.
Perusahaan mempertahankan neraca yang sehat dengan total aset meningkat sebesar 10 persen yoy. Perseroan telah
memperkuat bisnis pertambangan batubara melalui peningkatan produksi tahunan 2024 melalui dua tambang baru yang mulai berproduksi pada tahun 2024, yaitu PT Graha Panca Karsa (GPK) dan PT Tepian Indah Sukses (TIS), peningkatan total cadangan berdasarkan audit cadangan terkini, dan pengelolaan biaya secara efisien.
ADVERTISEMENT
Perusahaan mencatat pendapatan keuangan sebesar USD41 juta meningkat 20 persen dari USD35 juta pada 2023. Sementara biaya keuangan juga meningkat dari USD2,9 juta menjadi USD4,1 juta.
Selain itu, Perusahaan juga membukukan beban lainnya (net) sebesar USD 25,8 juta pada 2024 dari sebelumnya membukukan pendapatan lainnya (net) sebesar USD 7,0 juta.
Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Royalti kepada Pemerintah turun 22 persen yoy menjadi USD260 juta dari USD332 juta pada karena ASP yang lebih rendah, sejalan dengan harga acuan yang lebih rendah. Beban pajak penghasilan juga turun 17 persen yoy dari USD144 juta menjadi USD119 juta pada 2024.
Sementara itu, total aset pada akhir Desember 2024 sebesar USD2.407 juta, meningkat 10 persen yoy dibandingkan dengan akhir tahun 2023 sebesar USD 2.188 juta dengan saldo kas meningkat 16 persen yoy menjadi USD 990 juta dari USD 851 juta pada akhir tahun 2023.
ADVERTISEMENT
Kas dan setara kas masih menjadi porsi terbesar dari total aset Perusahaan sebesar 41 persen. Total liabilitas meningkat menjadi USD 473 juta pada akhir tahun 2024 dari USD 399 juta pada akhir tahun 2023 seiring dengan peningkatan utang usaha dan pinjaman bank jangka panjang.
Kemudian, arus kas Perusahaan dari aktivitas operasi pada 2024 mencapai USD 452 juta, meningkat 105 persen dari USD221 juta pada 2-23. Peningkatan ini tercapai karena adanya penurunan arus kas keluar untuk pajak dan royalti meskipun terjadi penurunan penerimaan dari pelanggan akibat melemahnya ASP.
Perusahaan melaporkan arus kas keluar bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi sebesar USD 109 juta. Nilai tersebut 21 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2023 karena adanya penurunan pembelian aset keuangan dari USD 60 juta menjadi USD 35 juta.
ADVERTISEMENT
Arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan pada 2024 menurun sebesar 70 persen yoy menjadi USD 199 juta dari USD 666 juta pada 2023 menyusul penurunan pembayaran dividen dari USD 674 juta menjadi USD 216 juta.