Kumparan Logo

Indofood Sukses Makmur Cetak Laba Rp 2,9 Triliun di Semester 1 2022

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiri-kanan: Axton Salim (Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.), Priscillia Angelina (Brand Manager Biskuit), Abraham Nandiwardhana (Senior Brand Manager Biskuit), dan Hans Christian (Brand Manager Biskuit) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kiri-kanan: Axton Salim (Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.), Priscillia Angelina (Brand Manager Biskuit), Abraham Nandiwardhana (Senior Brand Manager Biskuit), dan Hans Christian (Brand Manager Biskuit) Foto: Dok. Istimewa

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022.

Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 16 persen menjadi Rp 2,9 triliun dari Rp 3,43 triliun. Penurunan ini disebabkan naiknya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.

"Meskipun ketidakpastian kondisi global dan volatilitas harga-harga komoditas masih berlanjut, Indofood dapat meraih pertumbuhan nilai penjualan sebesar 12 persen di semester pertama tahun 2022 ini," ujar Direktur Utama dan Chief Executive Indofood Anthoni Salim dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8).

INDF membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12 persen menjadi Rp 52,79 triliun dibandingkan Rp 47,29 triliun di semester 1 tahun 2021. Laba usaha naik 4 persen menjadi Rp 8,83 triliun dari Rp 8,49 triliun. Sedangkan marjin laba usaha turun menjadi 16,7 persen dari 17,9 persen.

Adapun marjin laba bersih mencapai 5,5 persen dari 7,3 persen di semester 1 tahun 2021. Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit meningkat 2 persen menjadi Rp 4 triliun dari Rp 3,92 triliun.

Anthoni melanjutkan, perseroan akan terus memantau perkembangan situasi global dan fokus pada daya saing biaya, serta menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas di pasar dalam negeri maupun di luar negeri.