Indomaret Buka Suara soal Stok Minyak Goreng Kosong di Sejumlah Gerai
·waktu baca 2 menit

Stok minyak goreng di ritel modern Indomaret terpantau selalu mengalami kekosongan. Masyarakat mengeluhkan adanya kelangkaan minyak goreng ini di gerai-gerai Indomaret yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut.
Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Darmawie Alie, buka suara terkait keluhan masyarakat tersebut. Darmawie menegaskan, pihaknya terus memastikan pasokan minyak goreng dari produsen untuk Indomaret berjalan lancar.
"Kami terus koordinasi dan sudah meminta ke produsen terkait agar bisa men-supply secara optimal atas lonjakan penjualan minyak goreng di gerai kami sejak program pemerintah satu harga Rp.14.000 per liter," ujar Darmawie kepada kumparan, Senin (21/2).
Selain itu, Darmawie juga memastikan tidak ada penimbunan di gudang atau distribution center Indomaret, karena minyak goreng yang sampai di gudang akan langsung didistribusikan ke gerai-gerai Indomaret.
"Dan jika ada minyak goreng datang ke Distribution Centre kami maka langsung di-supply ke gerai-gerai Indomaret dan langsung dijual bagi masyarakat sesuai ketetapan pemerintah," lanjutnya.
Sampai saat ini, kebijakan Indomaret dalam memitigasi adanya panic buying oleh masyarakat masih berlaku, yaitu dengan membatasi pembelian minyak goreng masing-masing hanya boleh membeli 2 liter. "Tetap maksimal 2 liter per konsumen," tandasnya,
Sebelumnya, keluhan masyarakat terkait kelangkaan stok minyak goreng di Indomaret datang dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Salah seorang ibu rumah tangga bernama Silvi (35) mengatakan saat hendak membeli minyak goreng di gerai Indomaret ia selalu kehabisan.
"Kalaupun sempat ada pasokan, tapi jika cuma satu-dua dus isi tiga atau maksimal lima kemasan, ya tentu akan habis dibeli orang yang sudah mengantre pertama," keluh Silvi, pada Minggu (18/02).
Ia pun mengaku, meski ada minyak goreng yang dijual harganya pun mahal, tidak seperti harga yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp 14.000. Harganya naik hingga Rp 22.000 per liternya.
