Kumparan Logo

Indonesia Adopsi BUMN Malaysia Kembangkan Sektor Pertanian

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Launching PT Mitra BUMDes Nusantara (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Launching PT Mitra BUMDes Nusantara (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Pemerintah baru saja meluncurkan PT Mitra BUMDes Nusantara (PT BMN). Pembentukan perusahaan oleh Perum Bulog bekerja sama dengan Kopelindo ini merupakan langkah untuk meningkatkan perekonomian desa yang akan membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, dalam mengembangkan perekonomian desa, pihaknya mengambil contoh dari BUMN Malaysia yang sukses di bidang pertanian, yaitu The Federal Land Development Authority (Felda) atau Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan Malaysia.

Felda yang mengelola bisnis pengolahan, perkebunan kelapa sawit, hingga logistik ini tahun lalu membeli 37 persen saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) milik Rajawali Group dari Indonesia, dengan nilai hingga 505 juta dolar AS (atau sekitar Rp 6,7 triliun).

"Felda ini memberdayakan petani di Malaysia. Padahal jumlah petani di Indonesia bisa mencapai 20 kali lipat dari Malaysia. Tapi mereka bisa membuat BUMN pertanian multi national company. Harusnya kita bisa melebihi mereka," kata Eko di sela-sela peluncuran PT BMN di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (27/4).

Launching PT Mitra BUMDes Nusantara (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Launching PT Mitra BUMDes Nusantara (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Menurutnya, diharapkan dengan diluncurkannya PT BMN bisa mendongkrak usaha mandiri di desa dan meningkatkan kesejahteraannya. Selama ini dana desa memang lebih banyak membangun infrastruktur, tapi tidak meningkatkan kualitas hidup.

"Kita perlu kita buat satu bisnis model atau entrepeneur di desa, ini yang bisa membangun desa. Contohnya di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat, dilakukan pelatihan untuk penanaman jagung. Ini karena irigasi di sana susah jadi disesuaikan. Hasilnya mereka yang selama ini tidak memproduksi jagung bisa panen sebanyak 250 ribu ton, atau bisa menerima income Rp 750 miliar," kata Eko.

Adapun untuk pendanaannya sendiri, PT BMN akan dibantu oleh empat bank pelat merah, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN.

"Dengan adanya PT BMN sebagai mitra BUMDes, pendanaan bisa lebih mudah untuk ekspansi bisnis," jelasnya.