Indonesia Ajukan Kembali Menjadi Anggota Dewan IMO 2024-2045

21 Juli 2023 16:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan, di Kantor Kemenhub, Jumat (21/7/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan, di Kantor Kemenhub, Jumat (21/7/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menggalang dukungan negara-negara anggota International Maritime Organization (IMO) atau organisasi maritim internasional dalam rangka pencalonan kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2024-2045.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Panjaitan, mengatakan keanggotaan Indonesia dalam IMO sangat penting untuk mencapai target Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, seperti Sustainable Development Goals (SDG) 14 yaitu pelestarian dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
“Saat ini Indonesia tengah berupaya meningkatkan jumlah pelabuhan yang cerdas dan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasi kapal dan pelabuhan serta industri maritim nasional secara keseluruhan,” pungkas Lollan dalam Media Briefing di Kantor Kemenhub, Jumat (21/7).
Indonesia juga mengembangkan INAPORTNET, administrasi sistem manajemen kepala yang sepenuhnya digital untuk kedatangan dan keberangkatan kapal, guna memfasilitasi transportasi laut domestik dan internasional dengan cara menyederhanakan dan menyelaraskan proses terkait secara sistematis.
Lollan juga menekankan saat ini Indonesia tengah mengajak negara-negara anggota IMO untuk memperkuat kerja sama dalam penerapan efisiensi energi dan energi terbarukan untuk mempercepat penurunan emisi GRK dari kapal.
ADVERTISEMENT
“Indonesia telah mengamanatkan penerapan langkah-langkah efisiensi energi, program peremajaan kapal, wajib melaporkan konsumsi bahan bakar untuk kapal berbendera Indonesia, pemasangan alat bantu navigasi tenaga surya, dan elektrifikasi pelabuhan,” tuturnya.
Indonesia juga akan terus mendorong penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan program biodiesel wajib, yaitu B-35 untuk industri perkapalan dalam negeri. Kemenhub mencatat, dalam 3 tahun terakhir, penggunaan bahan bakar biodiesel telah mencapai 22,7 persen dari total konsumsi bahan bakar laut di Indonesia.