Kumparan Logo

Indonesia Akan Punya Jembatan Terbesar Karya Anak Bangsa

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Holtekamp, Papua (Foto: Dok. Bina Marga PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Holtekamp, Papua (Foto: Dok. Bina Marga PUPR)

Pemerintah tengah membangun jembatan yang menghubungkan Hamadi-Holtekamp di Papua. Jembatan yang melintasi Teluk Youtefa ini, tercatat sebagai jembatan terbesar di Indonesia. Yang membanggakan, seluruh pengerjaanya dilakukan oleh pekerja Indonesia.

Manajemen PT Hutama Karya yang merupakan salah satu kontraktor pelaksana proyek menyatakan, lengkungan jembatan Hamadi-Holtekamp, di Kota Jayapura, Provinsi Papua ini merupakan yang terbesar dan terberat serta terlebar di Indonesia.

Wakil Project Manajer PT Hutama Karya Miswanto mengatakan, ukuran lengkungan jembatan Hamadi-Holtekamp merupakan yang terbesar untuk jembatan rangka lengkung dengan metoda Bill of Quantity (BoQ) "Ini adalah jenis jembatan BoQ lengkung, jadi secara umum BoQ pelengkung dua unit," katanya di Jayapura, Minggu (24/12).

embed from external kumparan

Satu unit BoQ pelengkung panjangnya 150 meter, dan merupakan yang paling berat di Indonesia. Sebagai perbandingan, kalau jembatan lengkung di Sungai Musi ada seperti BoQ ini beratnya hanya sekitar 2.000 ton, sementara berat lengkungan jembatan Hamadi-Holtekamp sekitar 7.000 ton.

Menurut Miswanto, bentang lengkung jembatan menjadi sangat berat, karena biasanya jembatan itu hanya dua lajur dengan lebar sekitar 8 meter atau sekitar 10 meter berikut trotoar. "Namun, jembatan Hamadi-Holtekamp ini empat lajur, dengan lebar lantai jembatan 21 meter. Selain terberat, jembatan ini juga yang terbesar di Indonesia dan juga terlebar," ujarnya.

"Kalau terpanjang tidak, karena masih ada jembatan lengkung di Indonesia yang paling panjang dari jembatan ini," ujarnya lagi.

Pembangunan rangka jembatan Holtekamp (Foto: Antara/Moch Asim)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan rangka jembatan Holtekamp (Foto: Antara/Moch Asim)

Miswanto mengatakan inovasi terus dilakukan di lapangan supaya mempercepat pekerjaan. "Inovasinya, kalau kita bekerja seperti biasa caranya kalau kita gunakan tower atau rakitnya pasang satu-satu, pemasangannya saja itu butuh waktu sekitar dua tahun," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengerjakan pemasangan rakit tower itu siang-malam selama enam bulan, belum yang tengahnya yang lebarnya sekitar 150 sentimeter, kalau dirakit disekitar lokasi jembatan, maka membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Selain Hutama Karya, pembangunan Jembatan Holtekamp senilai Rp 1,7 triliun ini dilakukan oleh kontraktor konsorsium yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).