Indonesia Ingin Beli Submarine Rescue untuk Kapal Selam, Berapa Harganya?

28 April 2021 3:37
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik AL Singapura. Foto: Instagram/@Ng Eng Hen
zoom-in-whitePerbesar
Kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik AL Singapura. Foto: Instagram/@Ng Eng Hen
ADVERTISEMENT
Indonesia sampai sekarang belum mempunyai submarine rescue ship atau kapal penyelamatan untuk kapal selam. Saat ada insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402, Indonesia dibantu oleh kapal dari negara tetangga termasuk Singapura.
ADVERTISEMENT
Untuk memiliki kapal penyelamat untuk kapal selam tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Berikut ini selengkapnya informasi mengenai hal tersebut:

RI Mau Beli Submarine Rescue untuk Kapal Selam

Asrena KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menyebut saat ini pihaknya tengah merencanakan upaya pengadaan submarine rescue ship atau kapal penyelamatan untuk kapal selam. Pengadaan itu didasarkan atas kebutuhan kapal penyelamatan yang memang hingga kini tak pernah dimiliki oleh pemerintah Indonesia.
"Masalah kapal rescue, ini berhubungan dengan jabatan saya sebagai Asrena. Kapal rescue kita [pengadaannya] sudah diprogramkan dengan Bappenas dengan Kemhan," ujar Ali dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4).
Kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik AL Singapura. Foto: Instagram/@Ng Eng Hen
zoom-in-whitePerbesar
Kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik AL Singapura. Foto: Instagram/@Ng Eng Hen
Pentingnya peran rescue ship juga menjadi alasan untuk memasukkan anggaran pengadaan kapal tersebut dalam perencanaan strategis [renstra] di TNI AL yang akan diajukan Kementerian Pertahanan. Akan ada satu unit kapal rescue yang akan diajukan.
ADVERTISEMENT

Berapa Harga Submarine Rescue untuk Kapal Selam?

Kapal rescue kapal selam milik Singapura, MV Swift Rescue menjadi salah satu yang ikut membantu penyelamatan KRI Nanggala 402. Mengutip situs Naval Technology, Minggu (25/4), kapal evakuasi ini dibangun oleh perusahaan galangan kapal lokal Singapura, ST Marine.
Kapal yang diluncurkan tahun 2008 itu menelan biaya pembangunan USD 400 juta atau setara Rp 5,8 triliun. MV Swift Rescue dilengkapi dengan kapal selam 'mini' penyelamat atau Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) untuk evakuasi awak kapal selam.
Kapal selam DSAR 6 yang diawaki 2 operator ini mampu membawa dan menyelamatkan maksimal 17 kru dalam sekali proses evakuasi bawah air. Jangkauan evakuasi mencapai kedalaman 500 meter di bawah air.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, para awak kapal selam yang berhasil dievakusi, bisa ditampung di fasilitas atau ruang dekompresi di dalam kapal dengan kapasitas 40 orang. Selain itu, kapal MV Swift Rescue juga memiliki fasilitas robot bawah air (ROV system) yang berfungsi untuk menentukan lokasi pasti kapal selam. Dengan panjang 85 meter dan lebar 18,3 meter, kapal evakuasi ini memiliki fasilitas helipad untuk helikopter.
Jika Indonesia berencana membeli kapal jenis ini, bakal mengambil 4,42 persen dari total pagu anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2021 yang sebesar Rp 131 triliun.