Kumparan Logo

Indonesia Jadi Ketua ASEAN 2023, Wamenkeu Beberkan Pentingnya Posisi RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Indonesia makin aktif dalam agenda internasional. Misalnya yang paling dekat yakni menjadi presidensi G20.

Tak hanya itu, Indonesia juga akan menjadi chairmanship of ASEAN di 2023. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, posisi Indonesia saat ini cukup kuat dalam internasional.

"Saat ini kita juga sedang dalam persiapan untuk Indonesian chairmanship of ASEAN pada tahun 2023. Jadi pada tahun 2022 dan 2023 Indonesia membuat penampilan yang sangat kuat, kehadiran yang kuat di internasional, yaitu G20 dan juga ASEAN," ujar Suahasil dalam International Seminar Call for Paper ASEAN Chairmanship 2023, Senin (13/12).

Dengan posisi Indonesia sebagai ketua ASEAN, maka Indonesia juga akan menjadi co-chairmanship bagi tiga negara tambahan ASEAN. Ketiga negara itu yakni Jepang, Korea, dan China.

"Ketika di Indonesia menjabat sebagai ketua ASEAN dan ternyata setiap negara anggota ASEAN yang menjabat sebagai ketua ASEAN juga memegang co-chairmanship di ASEAN plus tiga ASEAN," jelasnya.

"Plus tiga artinya ASEAN plus Jepang Cina dan Korea, dan ketua ASEAN juga otomatis menjadi ketua bersama di ASEAN plus tiga agenda," lanjutnya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Sekretariat ASEAN, Sabtu (24/4). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Dengan agenda ini, bukan hanya 2022, posisi Indonesia di internasional juga akan berlanjut hingga 2023. Ini membuktikan Indonesia mampu berperan signifikan di forum internasional.

"Jadi 2023 akan menjadi sangat penting bagi kami, karena 2022 kami selesai, kami memegang dan akan menyelesaikan kepresidenan G20 dan untuk beberapa hal akan langsung melanjutkan dengan kepemimpinan ASEAN dan ASEAN plus tiga bersama dengan negara plus tiga," tuturnya.

"Artinya, Indonesia mampu berperan sangat aktif dan signifikan dalam pora internasional. Maka sangat penting bagi kita untuk mengatur agenda dengan cara yang sangat strategis," tutupnya.