Indonesia Kejar Investasi Sektor Maritim dari Australia dan China
·waktu baca 2 menit

Indonesia tengah membidik penanaman modal asing (PMA) atau investasi di industri hilir sektor maritim dari dua negara, Australia dan China.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan sekitar satu bulan yang lalu pemerintah berkunjung ke Australia untuk membahas perdagangan Indonesia-Australia termasuk soal jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
ALKI II merupakan rute pelayaran yang menghubungkan Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, dan Selat Lombok ke Samudra Hindia, juga sebaliknya.
Menurut Todotua, sekitar 60 persen perdagangan selatan atau Australia pergi ke garis ALKI II. Sehingga jalur ini dipandang sangat strategis.
“ALKI II itu sebagian besar sekitar 30-40 persen yang melewati negara kita jadi ini sangat strategis. Kita diskusikan bagaimana mengelolanya dan ini jika mungkin dapat dipindahkan industrinya ke negara kita,” tutur Todotua dalam gelaran IMW di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (26/5).
Selain dengan Australian, Indonesia juga tengah melakukan lobi agar bisa mendapatkan gelontoran modal di sektor maritim dari China.
Setelah kunjungan pemerintah Indonesia ke beberapa provinsi di China, termasuk Xiamen dan Hainan, pemerintah melihat adanya potensi negeri tirai bambu itu berinvestasi di sektor perikanan.
“Kita juga diskusikan tentang bagaimana mengembangkan dan kita dapat membawa investasi dari perikanan ke negara kami, CBR untuk full storage dan juga produksinya semuanya di negara kita dan kita dapat membuat atau melakukan operasional dari kelautan di laut ke kita,” jelasnya.
