Kumparan Logo

Indonesia-Malaysia Perkuat Perdagangan Perbatasan, Entikong & Tebedu Jadi Fokus

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat perdagangan perbatasan, khususnya melalui kawasan Entikong-Tebedu. Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan tingkat menteri keempat Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia yang digelar di Jakarta.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Perjanjian Perdagangan Perbatasan Indonesia-Malaysia menjadi salah satu fokus pembahasan, khususnya untuk memperkuat aktivitas perdagangan di kawasan Entikong-Tebedu.

Kedua negara sepakat terus memfasilitasi perdagangan perbatasan dan memperkuat konektivitas ekonomi, terutama di kawasan Entikong-Tebedu.

“Komitmen bersama kami terhadap implementasi yang efektif dari Perjanjian Perdagangan Perbatasan, serta upaya berkelanjutan untuk memfasilitasi perdagangan perbatasan dan mendukung konektivitas ekonomi, khususnya di perbatasan Entikong-Tebedu,” kata Budi dalam konferensi pers JTIC Indonesia-Malaysia, di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Sejumlah pelintas batas dari Malaysia berjalan melintasi kompleks Imigrasi Tebedu Sarawak Malaysia menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (26/4/2022). Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO

Perjanjian Perdagangan Perbatasan Indonesia-Malaysia ditandatangani pada 2023 dan berlaku efektif sejak Juli 2026.

Selain perjanjian perdagangan perbatasan, Budi menuturkan, Indonesia dan Malaysia juga berkomitmen untuk lebih memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, termasuk melalui mekanisme bilateral yang relevan.

Kemudian ada juga bahasan akses pasar serta fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan. Pembahasan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat perdagangan bilateral.

Kedua negara juga sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama investasi dan mempromosikan iklim investasi yang kondusif di kedua negara. Terakhir ada kesepakatan kerja sama berkelanjutan di bidang-bidang lain yang menjadi kepentingan bersama, termasuk niaga elektronik (e-commerce), pertanian, urusan halal, dan standar.

“Kami yakin bahwa hasil-hasil ini akan lebih memajukan hubungan perdagangan dan investasi bilateral kami serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara kami,” terangnya.

Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengatakan pertemuan tingkat menteri keempat JTIC ini menjadi pertemuan pertama dalam sembilan tahun terakhir.

Foto udara Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (14/8/2023). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Dari lima hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Budi, Johari juga menyoroti Perjanjian Perdagangan Perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.

“Harapannya perjanjian perbatasan ini akan memfasilitasi banyak kegiatan ekonomi antara kedua negara,” ujarnya.

Selain perdagangan perbatasan, Johari mengatakan Malaysia dan Indonesia turut membahas sejumlah kebijakan perdagangan yang dinilai penting bagi pelaku usaha kedua negara, seperti kebijakan hasil ekspor. Dia memastikan Malaysia akan mematuhi kebijakan tersebut.

Johari juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama investasi antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara, kata dia, akan mendorong kerja sama yang lebih erat di tingkat pemerintah maupun menteri.

“Kami juga berdiskusi tentang persyaratan standar, kerja sama halal, ini semua adalah isu-isu yang sedang berjalan dan kedua tim kita akan dapat melihat secara terperinci sehingga kita akan dapat melakukan lebih banyak perdagangan di antara kita,” jelasnya.

instagram embed