Indonesia Presidensi G20, Banyak Negara Ingin Kerja Sama
·waktu baca 2 menit

Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum melancarkan kerja sama bilateral dengan negara lain. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan banyak negara ingin bekerja sama dengan Indonesia.
"Sejauh ini banyak yang memberikan sinyal positif walaupun ada yang masih terhambat hal yang sangat klasik, masalah policy dan lain-lain,” kata Edi saat media briefing Presidensi G20 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/6).
Menurut Edi, permasalahan tersebut hanya menunggu waktu saja. Namun khusus di sektor energi, dia menjelaskan sudah ada yang menyatakan ketertarikannya bekerja sama dengan Indonesia.
"Hari ini Perdana Menteri Australia datang ke Indonesia membawa misi untuk kerja sama di bidang transisi energi. Nanti akan datang lagi Presiden Jerman yang datang ke Indonesia juga akan mendorong bagaimana mengarahkan kepada energi hijau. Ini tamu gak berhenti untuk terus pendekatan dengan kita," kata Edi.
Adapun angka proyek kerja sama itu, Edi tak menjabarkan. Karena menurutnya setiap negara memiliki pertimbangan sendiri dalam menyalurkan dananya.
"Ini masih dikerjakan teman-teman di dalam kelompoknya. Saya belum dapat detail karena itu akan dibahas Sherpa Meeting kedua bulan Juli," ujar dia.
Adapun dalam kerja sama bilateral tersebut, Edi menjelaskan bahwa hal itu melibatkan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri untuk melihat berbagai macam potensi kerja sama.
"Lalu itu kita lihat dan kita kurasi untuk apakah ini bisa dimatangkan. Ada yang sudah matang, ada yang perlu dimatangkan, ada juga yang masih jauh tapi bukan berarti yang jauh tidak kita kejar," ujarnya.
