Indosat dan Tri Resmi Merger, Incar Pendapatan Rp 42 Triliun

17 September 2021 16:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia merger jadi Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
zoom-in-whitePerbesar
Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia merger jadi Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
ADVERTISEMENT
Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia sepakat untuk merger menjadi satu perusahaan bernama Indosat Ooredoo Hutchison. Perusahaan akan mengejar pendapatan tahunan hingga USD 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun (kurs Rp 14.000).
ADVERTISEMENT
Tidak hanya mengejar pendapatan jumbo, aksi korporasi ini juga ditargetkan bisa menciptakan efisiensi biaya bisnis telekomunikasi perusahaan. Targetnya bisa hemat USD 400-500 juta dalam 5 tahun atau Rp 7 triliun (kurs Rp 14.000).
"Saya pikir efisiensi biaya yang diciptakan bisa tinggi sekali. Saya tidak bisa katakan secara detail, tapi tadi dikatakan oleh salah satu pemegang saham kami dalam tiga hingga lima tahun saja antara USD 400 juta hingga 500 juta," katanya Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha dalam konferensi pers secara daring, Jumat (17/9).
Adapun valuasi dari merger ini sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,5 triliun. Penandatanganan telah disepakati pada Kamis (16/9).
Vikram menjelaskan, secara timeline, pihaknya sudah menyampaikan secara resmi rencana merger ini kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika hari ini. Selanjutnya, Indosat Ooredoo akan menggelar Rapat Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan merger.
ADVERTISEMENT
"Target kami, bisa selesai di akhir tahun ini," katanya.
Konferensi Pers Merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia di Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Menurutnya, merger ini jadi kesempatan yang bagus kedua perusahaan untuk meningkatkan kinerja yang saat ini juga sedang moncer. Terpenting, kata dia, pengalaman dari pelanggan kedua provider jadi prioritas.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Corporate Communications · Indosat Ooredoo Steve Saerang mengatakan perusahaan baru di bawah nama Indosat Ooredoo Hutchison ini akan efektif awal tahun depan jika semua proses sudah rampung.
Steve mengatakan meski nama perusahaannya berubah, kode emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap sama memakai kode ISAT.
"Sekarang fokus pada bisnis masing-masing, tetap jalan, datanya aman, pengalaman pelanggan gunakan produk tetap aman, sampai nanti ke perusahaan baru. Apakah brand-nya akan berubah? Masih early, ini baru penggabungan, nanti secara bertahap nanti saya sampaikan," kata dia.
ADVERTISEMENT