Kumparan Logo

inDriver Ganti Jadi inDrive, Janji Hanya Ambil 10 Persen Komisi Driver Ojol

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Press Conference Rebranding inDriver, Selasa (11/10). Foto: Nabil Jahja/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Press Conference Rebranding inDriver, Selasa (11/10). Foto: Nabil Jahja/Kumparan

Platform ojek online (ojol) inDriver berganti nama menjadi inDrive. Ride-hailing Director inDrive, Roman Ermoshim, mengungkapkan pergantian tersebut tidak mengubah misi dan nilai perusahaan.

Roman menegaskan pihaknya akan tetap berupaya menyediakan layanan transportasi dengan harga yang adil bagi semua pihak. Selain itu, kata Roman, pergantian nama juga dirasa lebih menguatkan visi perusahaan untuk lebih dekat dengan komunitas.

“inDrive merupakan kependekan dari Inner Drive, yang melambangkan kekuatan dan dorongan dari dalam sebagaimana tertuang dalam misi perusahaan untuk menantang ketidakadilan. Kami berharap nama baru ini akan meningkatkan hubungan emosional kami dengan pelanggan,” kata Roman saat Press Conference Rebranding inDriver, Selasa (11/10).

inDrive diluncurkan di 2012 untuk merespons keluhan masyarakat, di mana layanan transportasi yang begitu tinggi. Aplikasi itu hadir di Indonesia tahun 2021. Saat ini, inDrive memiliki lebih dari 600 ribu pengemudi, dan 17 juta orang telah mengunggah aplikasi inDrive.

Roman mengatakan dampak pandemi COVID-19, konflik geopolitik, dan krisis dalam berbagai sektor menyebabkan harga-harga mengalami kenaikan, termasuk dalam transportasi. Ia menyebutkan bahwa harga transportasi online meningkat 15 persen.

Suasana Press Conference Rebranding inDriver, Selasa (11/10). Foto: Nabil Jahja/Kumparan

“Dengan inDrive, baik penumpang maupun pengemudi dapat melakukan tawar-menawar harga yang dapat disetujui bersama dan tidak membebankan penumpang,” ujar Roman.

Roman menuturkan dibandingkan kompetitor ojol lainnya, inDrive bakal mengambil komisi dari driver dengan jumlah yang lebih sedikit. Ia memastikan hal itu dilakukan agar kesejahteraan pengemudi tetap terjamin.

“Biasanya (dari aplikasi lain) 40 persen komisi diambil dari pengemudi dan diserahkan kepada platform, dan mereka harus menanggung sendiri untuk kebutuhan seperti bensin dan asuransi. Kami dari inDrive hanya mengambil 10 persen, sisanya hasil pendapatan dipegang oleh driver,” tutur Roman.