Industri Asuransi Manfaatkan Kanal Digital untuk Perluas Pasar di 2022

5 April 2022 16:45
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Industri Asuransi Manfaatkan Kanal Digital untuk Perluas Pasar di 2022 (8989)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asuransi. Foto: thodonal88/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Industri asuransi jiwa optimistis kinerja tahun ini bisa kembali meningkat. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya yakin kinerja di tahun ini, sejalan dengan meningkatnya angka masyarakat yang telah divaksin.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat juga telah terbiasa dengan keadaan pandemi. Belum lagi, pemerintah juga sudah ancang-ancang untuk mengubah haluan dari pandemi ke endemi," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (5/4).
Sementara itu, Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI Elin Waty mengatakan, terjadi penurunan drastis pada kanal distribusi keagenan pada tahun 2021. Menurutnya, hal ini karena nasabah masih enggan ditemui oleh agen lapangan. Untuk itu, katanya, kanal digital menjadi opsi bagi masyarakat, walaupun jumlahnya belum mendekati sistem face to face.
"Ketika kanal keagenan turun, otomatis kanal distribusi lain mengalami peningkatan. Itu hal yang wajar," jelasnya.
Dari sisi pelaku industri, perusahaan asuransi jiwa PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) juga melakukan inovasi dengan layanan digital terbaru. Bhinneka Life meluncurkan aplikasi digital BFLASH untuk memudahkan nasabah dalam melakukan proses pengajuan kebutuhan perlindungan asuransi jiwa.
ADVERTISEMENT
"Peluncuran aplikasi BFLASH merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai dan kualitas layanan, khususnya untuk agen pemasar, nasabah dan seluruh pemangku kepentingan," kata Director of Information Technology & Compliance Bhinneka Life, Joni Yang.
Joni menambahkan, aplikasi tersebut merupakan salah satu strategi pengembangan platform dari rangkaian Road Map Teknologi Bhinneka Life, di bawah Grand Design B-Digital atau Bhinneka Life Go Digital. Saat ini, aplikasi BFLASH sudah dapat diakses melalui smartphone dengan cara mengunduh melalui Play Store dan Apps Store.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Aplikasi BFLASH memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi agen pemasar Bhinneka Life dalam memasarkan produk asuransi jiwa kepada nasabah sehingga proses administrasi pengajuan menjadi lebih cepat dan praktis. Pengajuan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun hanya dengan masuk ke aplikasi BFLASH melalui smartphone," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, ia menyebut, berbagai fitur unggulan dihadirkan dalam aplikasi BFLASH di antaranya E-Submission yang merupakan proses entry berkas Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) secara digital hingga proses cetak polis secara digital atau yang lebih dikenal dengan E-Policy.
Dia menjelaskan, melalui aplikasi BFLASH, agen pemasar Bhinneka Life juga dapat melakukan monitoring rangkaian proses penerbitan polis nasabah, sehingga tenaga pemasar dapat mengetahui status proses penerbitan polis yang sedang berjalan. Dengan begitu diharapkan strategi penetrasi pasar dapat lebih optimal oleh para agen pemasar Bhinneka Life.
"Upaya ini sekaligus sejalan dengan semangat mendukung kegiatan literasi dan inklusi perlindungan asuransi jiwa kepada masyarakat Indonesia agar lebih masif hingga ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia yang merupakan kekuatan jaringan yang dimiliki oleh Bhinneka Life," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data AAJI, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa selama 2021 sebesar Rp 159,43 triliun, meningkat 5,5 persen dari 2020 yang senilai Rp 151,12 triliun.
Secara rinci, total klaim meninggal dunia meningkat sebesar 72,8 persen dengan total Rp 21,14 triliun di tahun 2021, dari sebesar Rp 12,24 triliun pada tahun 2020. Manfaat klaim kesehatan juga meningkat sebesar 32 persen dengan total Rp 13,04 triliun, dari yang senilai Rp 9,88 triliun.
Kenaikan klaim industri asuransi jiwa turut disumbang oleh total klaim manfaat COVID-19 dari periode Maret 2020 hingga Desember 2021 yang mencapai Rp 8,82 triliun.