Kumparan Logo

Industri Mamin Tumbuh 8 Persen, Startup ESB Perkuat Bisnis UMKM Kuliner

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatanganan kerja sama ESB dan ASENSI untuk tingkatkan skala usaha UMKM di Indonesia. Foto: Dok: ESB
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan kerja sama ESB dan ASENSI untuk tingkatkan skala usaha UMKM di Indonesia. Foto: Dok: ESB

Industri penyedia akomodasi da makanan minuman atau industri mamin menunjukkan kinerja yang baik pertengahan tahun ini. Berdasarkan data BPS, industri mamin di semester I 2022 tumbuh 8,17 persen (yoy).

Startup software as a service di bidang kuliner, PT Esensi Solusi Buana (ESB), siap mendorong industri kuliner, utamanya bagi UMKM di Tanah Air, demi mendorong pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).

“Dengan kelebihan ekosistem dan teknologi yang kami miliki, kami ingin memaksimalkan peran kami agar dapat terus mendukung pemerataan literasi dan inklusi keuangan serta akses digitalisasi bagi masyarakat secara luas, terutama para pelaku bisnis UMKM di bidang kuliner," ujar CEO dari ESB Restaurant Technology, Gunawan Woen dalam keterangannya, Senin (8/8).

Menurutnya, ESB juga mendorong ekosistem teknologi dan literasi dapat memberikan motivasi dan menjadi inspirasi bagi para pelaku bisnis kuliner. Selain itu, ESB juga ingin membantu para pelaku bisnis UMKM agar dapat mengembangkan pasar bisnis mereka secara lebih luas.

Penandatanganan kerja sama ESB dan ASENSI untuk tingkatkan skala usaha UMKM di Indonesia. Foto: Dok: ESB

Tidak hanya itu, ESB juga menyiapkan sejumlah dukungan dan langkah melalui ekosistem teknologi yang dibawa untuk mendukung UMKM naik kelas. Menurut Gunawan, digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk dapat memperluas skala usaha para UMKM.

"Jadi harapannya langkah-langkah yang kami tempuh ini akan dapat membantu para pelaku usaha bisa semakin efisien dan efektif dalam mengelola bisnis sehingga mereka dapat semakin bersaing dan berujung kesuksesan serta terdongkraknya perekonomian,” kata dia.

Ketua Umum ASENSI, Susanty Widjaya menjelaskan bahwa momentum saat ini tepat untuk menggali potensi bisnis lisensi lokal atau domestik ke tingkat selanjutnya yang lebih mapan. Momentum digitalisasi dan integrasi perekonomian Asia juga dinilai menjadi titik balik para pelaku bisnis lisensi, termasuk franchise untuk mengembangkan daya saing menuju pasar global.

"Melalui kolaborasi ini, kami harap dapat bersama-sama dengan ESB mendukung program pemerintah yang bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW), di mana ASENSI mengemban misi menghadirkan brand restoran lokal go global, dan membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional," jelas Gunawan.

Hingga semester I 2022, tercatat ada lebih dari 8,000 merchant telah bergabung dalam ekosistem ESB. Sepanjang acara IFRA-ILE 2022, ratusan franchise kuliner mempercayakan ekosistem ESB sebagai bagian untuk mendukung tata kelola serta meningkatkan skala usaha yang mereka miliki.

“Pencapaian sejauh ini jugalah yang menjadi kekuatan dan motivasi kami untuk terus dapat melakukan ekspansi bisnis sehingga teknologi kami dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi para pebisnis sektor kuliner termasuk UMKM di seluruh Indonesia,” tambahnya.