Kumparan Logo

Industri Pinjaman Online RI Jadi Contoh bagi Negara-negara ASEAN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi fintech pinjaman online Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi fintech pinjaman online Foto: Shutterstock

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut Indonesia menjadi kiblat bagi negara-negara ASEAN untuk membangun industri peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online.

"Dalam beberapa kesempatan sebagai bagian dari ASEAN Chairmanship Indonesia, kami mengikuti roadshow kepada beberapa negara ASEAN dan juga kepada negara mitra, termasuk China," kata Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko dalam Business Matching ASEAN 2023 di Hotel Mulia, Selasa (22/8).

"Para counterpart negara tersebut mereka mengakui bahwa digital ekonomi Indonesia khususnya dari bisnis P2P lending akan menjadi contoh bagi negara-negara di ASEAN," imbuhnya.

Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko dalam Business Matching ASEAN 2023 di Hotel Mulia, Selasa (22/8). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Sunu bilang, terdapat dua hal yang membuat industri P2P lending Indonesia jauh lebih bagus ketimbang negara ASEAN lainnya. Antara lain regulasi yang memadai dan infrastruktur yang maju.

Majunya infrastruktur P2P lending Indonesia tercermin dari teknologi biometrik yang disediakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Sehingga angka fraud di P2P lending sangat minim.

Adapun hingga Juli 2023, OJK mencatat terdapat 102 penyelenggara P2P lending dengan 166,8 ribu pemberi dana aktif dan 20,4 juta penerima dana aktif.

Kemudian, total outstanding pendanaan mencapai Rp 55,98 triliun dengan tingkat TWP90 hari pada level 3,47 persen dan total akumulasi pendanaan mencapai Rp 657,85 triliun.