Influencer Saham Ini Buka Suara Soal Petisi ‘Ban Pom-pomers Saham di Indonesia!’

Influencer saham sekaligus Founder PT Ilmu Saham Indonesia, Belvin Tannadi buka suara mengenai petisi yang kini tengah ramai ditandatangani warganet.
Petisi dengan judul Ban Pom-pomers Saham di Indonesia ini bertujuan untuk menolak influencer saham seperti dirinya, karena kerap kali merugikan investor pasar modal.
Menurutnya, selama tujuh tahun ia mengelola media sosial untuk mengedukasi para investor pemula. Ia mengeklaim tak pernah mengajak orang-orang untuk membeli saham melalui sosial medianya.
“Enggak pernah ada ajakan itu hanya referensi. Karena mau update tentang saham. Tanpa ada ajakan,” katanya kepada kumparan, Rabu (3/2).
Berdasarkan penelusuran kumparan, saat ini Balvin memiliki pengikut 1 juta di Instagram. Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan melalui sosial media tersebut memiliki analisa sendiri.
“Yang disebut pompom saham itu kan orang yang ngajak beli saham tanpa ada dasar,” imbuhnya.
Belvin mencontohkan, beberapa kasus artis atau influencer yang mengajak investor pemula tanpa ada dasar. Hal ini menurutnya tidak benar.
“Lebih baik jangan ngajak-ngajak. Kemarin kasus artis kena masalah. Makanya Saya dari dulu enggak pernah ajak orang,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, bila kerugian yang dialami oleh para followernya bukan dalam kapasitasnya. Para investor yang juga followernya, bertransaksi sendiri dalam proses transaksi saham.
"Orang beli dan jual saham bukan kewenangan saya. Yang pencet buy kan diri sendiri," ungkapnya.
Ia pun menyarankan supaya investor pemula tak langsung investasi dalam nominal besar. Investor pemula diminta untuk belajar dan mencari pengalaman lebih banyak sebelum meningkatkan jumlah uang yang diinvestasikan di bursa saham.
“Agar bisa profit banyak dan mengurangi risiko, sebaiknya belajar dulu dan pakai dana kecil untuk mendapatkan pengalaman,” jelasnya.
