kumparan
19 Desember 2018 16:07

Ingin Perkuat Modal, Alasan Bank Mayapada Batal Bagikan Dividen

Public expose Bank Mayapada
Public Expose yang dilakukan oleh Bank Mayapada. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Pemegang saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) harus berlapang dada lantaran perseroan batal membagi dividen interim tahun buku 2018 senilai Rp 223.192.084.500 (Rp 223 miliar) atau Rp 35 per saham.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Bank Mayapada International, Hariyono Tjahjarijadi, mengatakan pembatalan tersebut karena adanya penghitungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan prinsip kehati-hatian, sehingga dividen tak bisa dibagikan.
"Hitungan kami seharusnya enggak masalah (pembagian dividen). Namun regulator punya hitungannya juga, menurut regulator untuk menjalankan prinsip kehati-hatian kami terpaksa membatalkan pembagian dividen 2018," ujar Hariyono dalam keterbukaan publik di Bursa Efek Inodnesia, Jakarta, Rabu (19/12).
Menurut Hariyono, perseroan akan mengutamakan penguatan aspek struktur permodalan untuk menunjang target bisnis. Sebab, hal tersebut sesuai dengan standar dari OJK.
Adapun mulai 2020, OJK akan memperkuat standar penghitungan menjadi International Financial Reporting Standard (IFRS9), di mana pencadangan bank harus lebih kuat dari yang saat ini.
ADVERTISEMENT
Tak hanya diminta memperkuat pencadangan, lanjut Hariyono, pemegang saham juga masih perlu menambah modal sahamnya di tahun depan. Sehingga menurutnya, keputusan perseroan menahan pembagian dividen merupakan keputusan yang tepat.
"Jadi kesepakatan dengan regulator OJK, pembagian dividen kami batalkan," katanya.
Ilustrasi Bank Mayapada
Ilustrasi Bank Mayapada. (Foto: Instagram/@buye_19)
Pembagian dividen interim Bank Mayapada Internasional sudah diumumkan sejak pertengahan bulan lalu. Pembatalan tersebut berdasarkan surat keputusan rapat direksi MAYA pada 11 Desember 2018 dengan persetujuan dewan komisaris.
Tercatat laba bersih dari Bank Mayapada per September 2018 turun 7,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 757,06 miliar.
Penurunan tersebut disebabkan adanya penyusutan net interest margin (NIM) yang tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan non-bunga atau fee-based income.
Secara rinci, NIM Bank Mayapada turun tipis menjadi 4,12 persen dari tahun sebelumnya 4,23 persen. Return on asset (ROA) turun menjadi 1,26 persen secara year on year (yoy) pada kuartal III 2018. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya tercatat ROA ada di angka 1,87 persen.
ADVERTISEMENT
Selain itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perseroan juga naik 4,5 persen di tahun ini. Posisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan September 2017 yang hanya 2,18 persen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan