Ini Alasan Jokowi Tak Gentar Lawan Eropa soal Larangan Ekspor Nikel di WTO
·waktu baca 1 menit

Indonesia kini tengah menjalani proses banding (appeal) atas kekalahan dalam gugatan Uni Eropa, soal kebijakan larangan ekspor nikel di World Trade Organization (WTO). Presiden Jokowi menegaskan tak akan menghentikan kebijakan tersebut.
"Jadi kita ini bukan tertutup (pada negara lain), kita kan mempersilakan, kita terbuka mempersilakan siapapun dari negara manapun, perusahaan dalam negeri maupun luar negeri untuk ikut bersama-sama membangun industrinya di Indonesia yang berkaitan dengan nikel, bauksit, tembaga, timah kita terbuka," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (21/12).
Namun, kata Jokowi, Indonesia harus mendapatkan keuntungan dengan melakukan hilirisasi nikel dan melarang ekspor bahan mentah. Penerimaan pajak, royalti, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen harus diberikan kepada Indonesia.
"Yang kita inginkan itu masa tidak boleh? kita akan terus (melarang ekspor nikel)," tegas Jokowi.
Hari ini, Jokowi juga resmi mengumumkan per Juni 2023 pemerintah akan melarang ekspor Bauksit. Ini bentuk komitmen Pemerintah menggalakkan industri dan hilirisasi di dalam negeri.
