Ini Alasan Walmart PHK 200 Pekerjanya
·waktu baca 2 menit

Supermarket terkemuka di Amerika Serikat (AS), Walmart, memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 200 pekerjanya. Langkah itu dilakukan, setelah perusahaan ritel terbesar AS tersebut, memproyeksi penurunan penjualan akibat tingginya inflasi di AS.
Juru bicara Walmart, Anne Hatfield, mengatakan Walmart sedang memperbarui struktur organisasi perusahaan. "Itu bagian dari strategi perusahaan mengembangkan positioning yang lebih baik untuk masa depan yang kuat," katanya seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (4/8).
Perusahaan yang pernah dimiliki Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway itu, lanjut Hatfield, mengembangkan investasi di bidang lain, termasuk e-commerce dan teknologi.
Atas pernyataan tersebut terpantau saham Walmart pada penutupan perdagangan Wall Street, Kamis (4/8), terpantau anjlok 3,78 persen ke USD 125,57 per saham
Adapun Walmart merupakan perusahaan ritel di AS dan salah satu dari lima besar di dunia. Jumlah total pekerja-nya mencapai 1,6 juta. Ketika merilis proyeksi penjualan penurunan pada 25 Juli 2022 lalu, Walmart membuat cemas kalangan investor.
Dalam pengumuman itu, Walmart mengatakan konsumen AS menurunkan belanja barang-barang sekunder, karena memperketat pengeluaran belanja pangan. Supermarket kakap itu juga memperkirakan laba operasi untuk setahun penuh turun sebanyak 13 persen.
Atas proyeksi itu, Walmart juga mengurangi stok untuk menghindarkan risiko kerugian dari barang yang tak laku terjual. Hal ini tentu punya efek domino ke kalangan pemasok.
