kumparan
4 Desember 2019 20:12

Ini Bocoran Tarif Tol Layang Jakarta - Cikampek

Foto udara jalan layang tol Jakarta-Cikampek
Foto udara proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat, progres pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 38 kilometer (km) telah mencapai 99,97 persen. Ruas tol itu ditarget beroperasi 15 Desember 2019.
ADVERTISEMENT
Lantas, berapa tarif yang dikenakan ketika ruas tol itu beroperasi?.
Direktur Utama JJC, Djoko Dwijono mengungkapkan, berdasarkan pembicaraan sejauh ini, tarif yang akan dikenakan di ruas tol itu akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.
"Ini diharapkan sebetulnya ada hal bisa terintegrasi dengan bawah (tarif Tol Jakarta-Cikampek eksisting)‎," ujarnya saat ditemui di kawasan Cikarang Utama, Bekasi, Rabu (4/12).
Meski demikian, tarif yang akan diterapkan itu masih dibahas bersama Kementerian PUPR. Oleh karenanya, sistem pentarifan masih bisa berubah.
Pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek
Pekerja saat menyelesaikan pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif ruas tol layang itu ditetapkan pemerintah Rp 1.250 per km. Jika tarifnya terintegrasi, otomatis tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek akan turun, sementara tarif Tol Jakarta-Cikampek eksisting akan naik.
ADVERTISEMENT
"Kita enggak bisa mendahului (mengumumkan). Besaran jadinya juga kami belum bisa mengumumkan sekarang," tegas Djoko.
Dia mengakui saat beroperasi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek akan digratiskan. Saat disinggung hingga kapan, Djoko menyebut hal itu akan diputuskan Kementerian PUPR.
"Free biasanya ada masa uji coba ya. Yang atas gratis, bawah bayar ya. PUPR nanti, tapi kita enggak tahu berapa lama," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan