Kumparan Logo

Ini Daftar Sementara Perusahaan RI yang Sudah Deal dengan AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, saat ditemui di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, saat ditemui di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Kemenko Bidang Perekonomian membeberkan perusahaan-perusahaan yang telah meneken kerja sama dengan pihak dari Amerika Serikat (AS).

Upaya ini dilakukan untuk memperkecil defisit perdagangan AS-Indonesia dan akhirnya bisa jadi jalan menurunkan tarif impor 32 persen yang diteken AS.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Haryo Limanseto mengatakan ada beberapa perusahaan Indonesia yang telah meneken kerja sama dengan perusahaan AS.

Meskipun Haryo mengakui tidak bisa membeberkan lebih lanjut mengenai detail kesepakatan antar bisnis ini. Sebab penjabaran poin-poin kerja sama dikhawatirkan bisa mengganggu kelancaran proses kerja sama.

“Jadi sementara ini yang bisa kami sampaikan dari sektor energi itu dari Pertamina, kemudian dari sektor pertanian ini ada FKS Group, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) juga untuk cutton kemudian juga dari PT Sorini Agro Indonesia Asia Korindo untuk corn dan kemudian Asosiasi Produsen Tepung Indonesia untuk Gandum,” tutur Haryo di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/7).

Lebih lanjut Haryo menuturkan dalam negosiasi ini ada urusan yang harus disepakati antar pemerintah dan ada urusan bisnis dengan bisnis.

Menurut dia seharusnya kesepakatan kerja sama bisnis dengan bisnis dapat diteken sebelum AS mengumumkan tarif teranyar. Dengan demikian kesepakatan itu akan menjadi pemanis yang membantu pertimbangan pengenaan tarif.

Hanya saja Haryo mengakui kesepakatan ini adalah urusan bisnis dengan bisnis. Sehingga pemerintah hanya bisa mendorong, sebab pelaksanaannya bergantung pada masing-masing perusahaan.

“Apabila semua transaksi bisa dilaksanakan di sebelum pengumuman, ini menjadi sweetener, bahwa defisit itu sudah malah melebihi dari defisit yang disampaikan oleh Amerika Serikat,” jelasnya.

instagram embed