Kumparan Logo

Ini Dia Skema dan Pihak di Balik Pendanaan Jumbo GoTo Rp 2,3 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo GoTo. Foto: Aditya Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo GoTo. Foto: Aditya Panji/kumparan

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengumumkan bermitra dengan International Finance Corporation (IFC), bagian dari Wold Bank, untuk mewujudkan inklusi keuangan dan keberlanjutan di Indonesia. Di mana IFC berinvestasi sebesar USD 150 juta atau setara Rp 2,3 triliun ke GOTO.

Rincian investasi ini meliputi jumlah sampai dengan USD 125 juta dari IFC dan USD 25 juta dari firma investasi privat Franke & Company, Inc.

Lebih lanjut, GOTO akan menerima investasi melalui penerbitan saham baru dalam rangka penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dan penerbitan surat utang (obligasi) terstruktur kepada Bhinneka Holdings (22) Limited.

Bhinneka Holdings Limited merupakan suatu entitas independen yang didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands.

Obligasi itu bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings (22) Limited. yang dapat ditukarkan dengan saham GoTo seri A di harga penukaran Rp 135 per lembarnya. Harga tersebut merefleksikan nilai premium sebesar 50 persen dari harga rata-rata tertimbang saham Perseroan pada satu bulan terakhir.

Obligasi bersifat ekuitas ini juga memiliki tingkat kupon sebesar 5 persen per tahun yang dibayarkan dua kali dalam satu tahun dan akan jatuh tempo pada Oktober 2028.

CEO GOTO, Patrick S. Walujo. Foto: Dok. Istimewa

Citigroup Global Markets Limited dan Goldman Sachs (Singapore) Pte. bersama-sama bertindak sebagai bank penempatan (joint placing agent) untuk penerbitan obligasi bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings (22) Limited kepada investor.

Sementara untuk private placement, GoTo akan mengikuti skema yang berlaku dan telah disetujui sebelumnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan 2023. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk modal kerja Perseroan dan anak-anak perusahaannya.

“Kemitraan ini akan memberikan dukungan lebih lanjut bagi bisnis GoTo seiring langkah kami menjawab kebutuhan para pengguna, termasuk konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang, untuk  memenuhi kebutuhan dan mewujudkan cita-cita mereka," jelas Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo dalam keterangannya, Selasa (3/10).

Kemitraan ini juga mencakup komponen non-finansial untuk mendukung Perseroan dalam transisi para mitra pengemudi menuju penggunaan kendaraan listrik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengintegrasikan berbagai praktik bisnis berkelanjutan untuk mewujudkan bisnis netral karbon.

“Bagi kami, investasi ini menjadi kontribusi penting dalam memperluas upaya-upaya tersebut, dan menegaskan kekuatan yang dimiliki teknologi dan digitalisasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh Indonesia.” jelas Euan Marshall, IFC Country Manager untuk Indonesia dan Timor-Leste

embed from external kumparan