Ini Fakta-fakta Terbakarnya Tangki Pertamina di Kilang Cilacap
ยทwaktu baca 2 menit

Kebakaran yang terjadi di Tangki di Kilang Cilacap milik PT Pertamina (Persero) pada Sabtu malam kemarin (13/11), kini sudah mulai terkendali. Warga sekitar yang sebelumnya sempat mengungsi, sudah kembali ke rumahnya.
Berdasarkan laporan Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, api berhasil dikendalikan tim pemadam Pertamina dan terlihat semakin mengecil. Berikut fakta-fakta Kilang Cilacap kebakaran.
Kebakaran Terjadi Setelah Hujan dan Petir
Insiden kebakaran di salah satu tangki Kilang Cilacap, dilaporkan terjadi pada Sabtu kemarin sekitar pukul 19.20 WIB. Hingga saat ini belum diketahui penyebabnya.
Namun dilaporkan sebelum api berkobar, cuaca di lokasi dilanda hujan lebat disertai gemuruh petir. Upaya pemadaman langsung dilakukan dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar.
Saat ini api berhasil dikendalikan tim pemadam Pertamina dan terlihat semakin mengecil. Warga sekitar yang sebelumnya dievakuasi, sudah bisa kembali ke rumah.
Tangki Terbakar Berisi 31.000 Kiloliter Komponen Pertalite
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap memastikan hanya satu tangki yang terbakar di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Tangki tersebut berisikan komponen bahan Pertalite.
General Manager Refinery Unit IV Cilacap - PT KPI Eko Sunarno mengatakan yang terbakar adalah Tangki 36 T-102, bersamaan saat ada petir menyambar di sekitar lokasi.
"Tangki ini berisi komponen Pertalite sekitar 31.000 kiloliter. Masih komponen, belum jadi produk Pertalite. Alhamdulillah kondisi tangki ini bisa kami isolated (dilokalisasi, red.)," kata Eko saat menggelar konferensi pers di Kilang Cilacap, Sabtu (13/11) dikutip dari Antara.
Dalam Setahun, Kilang Minyak Pertamina di Cilacap 2 Kali Terbakar
Kebakaran di Kilang Cilacap bukan kali ini. Dalam setahun terakhir, sudah dua kali insiden kebakaran terjadi. Kebakaran juga pernah terjadi di Kilang Cilacap pada 11 Juni 2021.
Saat itu, peristiwa kebakaran terjadi pada salah satu tangki yang berisi benzene. Kilang Cilacap yang terbakar merupakan satu dari enam kilang Pertamina dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari.
Adapun Kilang Cilacap memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.
Kilang Cilacap juga bernilai strategis karena memasok 44 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional dan 75 persen kebutuhan bahan bakar di pulau Jawa. Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di Tanah Air yang memproduksi aspal dan base oil.
