Ini Keuntungan & Kekurangan Skema Pensiunan PNS Lama dan Baru

27 Agustus 2022 20:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) bersiap meninggalkan ruangan pada hari pertama saat bulan Ramadhan 1443 Hijriah di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) bersiap meninggalkan ruangan pada hari pertama saat bulan Ramadhan 1443 Hijriah di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal merombak skema pensiunan PNS, TNI, Polri dan pejabat daerah. Alasannya, skema saat ini membebani APBN hingga Rp 2.800 triliun.
ADVERTISEMENT
Saat ini skema yang digunakan adalah pay as you go yang pensiunan akan terus dibayar hingga PNS meninggal, bahkan bisa diteruskan ke istri/suami. Sementara usulan yang baru adalah skema fully funded atau pembayaran penuh di awal pensiun.

Dari kedua skema, mana yang lebih menguntungkan bagi PNS?

Pengamat keuangan Andy Nugroho mengatakan bahwa perbandingan skema lama dan skema baru memiliki keuntungan dan kelemahannya masing-masing.
Skema yang berlaku, sistem pay as you go, memiliki keuntungan jangka panjang terutama karena bisa diwariskan. Keuntungan lain skema saat ini juga sifatnya sangat aman, karena tidak perlu khawatir kehilangan pemasukan selama masa pensiun. Namun, kelemahannya adalah nominal yang kecil sehingga perlu ditabung dulu berangsur-angsur jika ingin digunakan untuk investasi atau modal usaha.
Sementara untuk skema fully funded, kekuatannya terletak pada nominal besar yang langsung diterima, sehingga dapat digunakan untuk modal usaha. Kekurangannya, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memutar uang tersebut, uang pensiunan yang diterima akan cepat habis jika tak mengelolanya dengan bijak.
ADVERTISEMENT
“Skema baru Kemenkeu ini sangat menuntut jiwa entrepreneurship untuk putar uang, kalau tidak dana pensiun habis sebelum usia. Tapi total jumlahnya jelas lebih kecil dari skema sekarang, dari segi penggunaan mungkin skema lama bertahan 20 tahun, skema baru bertahan lima tahun saja maksimal.” ucap Andy kepada kumparan, Sabtu (27/8).
Andy setuju dengan keputusan pemerintah merombak skema pensiunan PNS sebab sulit bagi negara untuk secara konstan selalu membiayai PNS. Anggaran tersebut sebaiknya dialihkan untuk PNS yang sedang bertugas.
Ilustrasi PNS. Foto: onyengradar/shutterstock
“Mending untuk PNS baru agar gajinya dibesarkan atau fasilitas diperbagus, jadi dinikmati saat bertugas. buat yang purna tugas nanti mungkin bisa dikasih pesangon sesuai masa tugasnya. Jadi misalnya yang sudah bertugas 5 tahun dengan yang 15 tahun beda besarannya.” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Pengamat keuangan lainnya, Ahmad Ghazali menyorot aspek lain pada rencana perubahan skema anggaran ini. Ia skeptis skema akan berubah dalam waktu dekat, karena sulit untuk menentukan masa transisinya.
“Jika skema berubah, mulai kapan? Cut-off nya sejak penerimaan PNS baru atau sejak PNS yang sekarang pensiun? Ini pasti menjadi gejolak. Yang penting sosialisasi kebijakan transisi dulu atau ada aturan peralihan,” katanya.

Reporter: Nabil Ghazi Jahja