Ini Kriteria Startup yang Bakal 'Disuntik' Modal Sama Investor Tokopedia

14 Oktober 2021 17:58 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Manajemen East Ventures antara lain Managing Partners Willson Cuaca dan Batara Eto. Foto: Instagram/@eastventures
zoom-in-whitePerbesar
Manajemen East Ventures antara lain Managing Partners Willson Cuaca dan Batara Eto. Foto: Instagram/@eastventures
ADVERTISEMENT
Investasi merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang paling diminati pada 2021. Meskipun hantaman wabah COVID-19 masih terjadi di seluruh dunia, geliat investasi di dunia terus mengalami lonjakan, terutama di wilayah Asia Tenggara; begitu pula di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pada kuartal I, seluruh negara di Asia Tenggara tercatat melakukan investasi sebesar Rp 87.000 triliun. Pada kuartal II, menurun sedikit ke Rp 81.200 triliun. Sedangkan pada kuartal III, walau varian Delta sempat meresahkan, geliat investasi malah meningkat ke Rp 82.650 triliun.
Secara keseluruhan, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan aktivitas investasi yang paling signifikan. Di Indonesia sendiri, perusahaan venture capital karya anak bangsa, East Ventures juga merasakan pertumbuhan positif ini. East Ventures sendiri merupakan venture capital yang menjadi salah satu investor di Tokopedia.
“Dilihat dari kuartal III 2021, peningkatan investasi di Asia Tenggara sangat tinggi. Melebihi dan bahkan dua kali lipat dari 2020. Dan Indonesia berada di posisi kedua dengan jumlah investasi yang dua kali lipat juga. Ini sebenarnya terlihat, beberapa negara sudah mulai vaksinasi dan pulih. Jadi investor makin bullish,” ujar Co-Founder East Ventures, Willson Cuaca, pada acara Virtual Open Book, Kamis (14/10).
ADVERTISEMENT
Willson menyatakan, investasi kian meningkat atas dukungan ekosistem digital di Indonesia. Hal ini membuat investasi menjadi lebih mudah dilakukan, tantangan jarak dan inovasi teknologi bukan lagi halangan.
“Banyak startup yang harus dipaksa untuk masuk ke teknologi, hal ini di sisi lain memang jadi tantangan, belajar lagi. Tapi pada akhirnya semua dimudahkan, karena teknologi ini juga yang jadi sasaran investor,” tuturnya.
Tak hanya bicara soal iklim investasi, Willson juga memberikan overview aktivitas investasi yang dilakukan oleh East Ventures sepanjang 2021. Secara akumulatif, East Ventures telah berinvestasi pada 50 startup Indonesia. Sebanyak 38 startup mendapatkan growth funding dan 12 sisanya mendapatkan seed funding.
“Pokoknya apa yang terlihat di Asia Tenggara itu mirip sekali sama East Ventures. Tahun ini melonjak lagi, seperti 2019. Nah, kita ada invest di startup yang growth dengan skala cepat untuk berkembang, dan seed yang adalah startup baru atau pemula,” bahas Wilson, sebut pergerakan investasi East Ventures semakin berani di tahun ini.
Peresmian gerakan #BangkitBersama oleh GoTo di Solo Technopark, Surakarta pada Kamis (30/9). Foto: Dok. GoTo

Prospek 2022: Bagaimana Bisa Jadi Bagian dari East Ventures?

Tersisa kurang dari tiga bulan lagi sampai ke 2022. Melihat prospek ke tahun depan, Willson menjawab bahwa East Ventures tidak memiliki rencana spesifik. Baginya, posibilitas investasi masih terbuka lebar bagi perusahaan-perusahaan yang ingin bergabung.
ADVERTISEMENT
“East Ventures enggak ada target khusus, kita lihat saja apa yang jadi peluangnya. 2022 muncul apa saja, kalau bisa East Ventures ambil, kita ambil,” pungkas Willson.
Dalam selipan pembahasannya soal prospek 2022, ia juga membeberkan soal kriteria perusahaan yang akan dilirik oleh East Ventures. Katanya, tak hanya mempersiapkan produk atau model bisnis yang apik, perusahaan juga perlu memiliki problem statement dan solusi yang jelas.
“Yang harus dipersiapkan, ya. Kita bukan invest ke produk, kita enggak fokus ke sana. Kita fokus ke orangnya, jadi, be authentic! East Ventures selalu cari startup yang punya problem statement dan solusi yang jelas,” tutup Managing Partner East Ventures satu ini.