Ini Kritik Anies Terhadap Proyek IKN Saat Debat Perdana Capres
·waktu baca 2 menit

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan membeberkan pemikirannya soal proyek Ibu Kita Negara (IKN) Nusantara yang diprakarsai oleh Presiden Jokowi.
Menurut Anies, pemindahan Ibu Kota tak menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta. Jika Jakarta memiliki persoalan, seharusnya diselesaikan, bukan ditinggalkan dan pindah ke ibu kota baru.
"Jadi ada masalah jangan ditinggal, selesaikan, ketika Jakarta menghadapi masalah, lingkungan hidup, lalu lintas kepadatan, ini harus diselesaikan," kata Anies dalam debat capres di KPU RI, Selasa (12/12).
Anies memberikan penjelasan tersebut untuk menjawab pertanyaan dari capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, yang ingin mengetahui bagaimana sikap Anies terhadap proyek IKN Nusantara tersebut.
“Jangan kita tiru pemerintah Belanda, mereka punya Kota Tua, ketika Kota Tua turun permukaan mereka pindah ke selatan, bikin di sekitar Monas, ditinggalkan, masalah tidak diselesaikan,” kata Anies.
Menurut Anies, dibandingkan membangun IKN, banyak masalah penting lainnya yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk diselesaikan. Ia menilai di Kalimantan masih banyak bangunan sekolah rusak hingga transportasi umum belum memadai.
"Ketika kita memiliki masalah yang masih urgent di depan mata kita, di Kalimantan bangunan sekolah banyak yang rusak, kereta api, tol antar kota itu urgent yang rasakan uang itu rakyat," ucap Anies.
"Yang kita kerjakan hanya membangun tempat aparat sipil," tambah dia.
Catatan Anies yang lain adalah soal UU IKN, yang ditetapkan tanpa melewati dialog secara komprehensif, tanpa melewati dialog publik yang lengkap.
"Dialognya sesudah jadi Undang-Undang," kata Anies.
Sehingga, Anies menilai karena produk yang dinilai kurang lengkap dalam menyerap dialog masyarakat, siapa pun yang mengkritisi hal itu dianggap oposisi.
"Dan ketika dialognya sudah jadi Undang-Undang, siapa pun yang kritis dianggap oposisi, siapa pun yang pro, dianggap pro pemerintah," ucapnya.
