Kumparan Logo

Ini Langkah Sri Mulyani untuk Pulihkan Sosial dan Ekonomi Akibat Pandemi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani mendampingi Presiden Jokowi menyaksikan vaksinasi karyawan industri keuangan di BEI. Foto: Instagram/@smindrawati
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani mendampingi Presiden Jokowi menyaksikan vaksinasi karyawan industri keuangan di BEI. Foto: Instagram/@smindrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan beberapa langkah untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19.

Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan, Mirza Adityaswara, mengungkapkan ada tiga kelompok utama yang diakselerasi untuk memulihkan sosial dan ekonomi.

Pertama, adalah intervensi kesehatan dengan adanya vaksinasi gratis. Mirza mengatakan saat ini setidaknya Indonesia sudah mengamankan 440 juta stok vaksin COVID-19.

"Pemulihan sosial ekonomi terus diakselerasi melalui tiga kelompok kegiatan utama. Yang pertama adalah intervensi kesehatan. Hal ini antara lain melalui vaksinasi gratis, penyediaan fasilitas kesehatan, penguatan protokol 5M dan 3T,” kata Mirza saat membacakan pidato Menkeu Sri Mulyani di acara yang digelar The Iconomics secara virtual, Selasa (14/9).

Mirza mengharapkan upaya intervensi kesehatan mendapat dukungan masyarakat seperti mengikuti vaksinasi COVID-19. Kelompok kedua yang dilakukan pemerintah adalah survival dan recovery melalui perluasan program perlindungan sosial kepada kelompok miskin dan rentan miskin, serta pemberian dukungan kepada dunia usaha.

RMenteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Mirza Adityaswara (kiri). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Ketiga tidak kalah pentingnya adalah reformasi struktural untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Saat ini reformasi struktural telah dimulai melalui UU Cipta Kerja," ujar Mirza.

Selain itu, Mirza menjelaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus dilakukan. Sehingga upaya pemulihan sosial dan ekonomi akibat pandemi bisa terwujud maksimal.

"Ketiga kelompok kebijakan ini merupakan game changer pemulihan ekonomi nasional. Akselerasi pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi tentu harus didukung kebijakan fiskal yang kredibel," tutur Mirza.

"Sebagai instrumen kebijakan fiskal APBN telah bekerja keras dan berperan penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendukung program-program reformasi struktural ke depan," tambahnya.