Kumparan Logo

Ini Penjelasan BEI soal Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik beserta jajarannya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik beserta jajarannya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan dua inisiatif baru setelah menggelar pertemuan secara daring dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10).

Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah mengecualikan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data BEI, terdapat 80 saham yang masuk kategori HSC hingga 13 Oktober 2026.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan menghapus saham-saham itu dari bursa. Saham HSC masih bisa diperdagangkan, tetapi perubahan harganya tidak akan berkontribusi terhadap pergerakan IHSG.

“Bukan delisting tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG,” ucap Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Jeffrey menjelaskan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi sebelumnya juga telah dikecualikan dari sejumlah indeks unggulan BEI, yakni IDX30, LQ45, dan IDX80.

Ilustrasi Gedung BEI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

“Ke depannya seluruh saham dalam High Shareholding Concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan memengaruhi pergerakan IHSG,” jelas Jeffrey.

Jeffrey menilai kebijakan tersebut diambil untuk menyajikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih mencerminkan kondisi pasar secara wajar, dengan mempertimbangkan potensi risiko dari saham-saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi. Saat ini, saham-saham HSC mencakup sekitar 18 persen dari IHSG.

“Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG,” tutur Jeffrey.

Selain mengeluarkan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG, BEI juga menambahkan keterangan status afiliasi atau nonafiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen.