Kumparan Logo

InJourney Airports Raup Pendapatan Rp 10,23 T pada Semester I 2026, Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama InJourney Maya Watono memberikan pemaparan saat konferensi pers empat tahun InJourney di Jakarta, Senin (19/1/2026). Foto: InJourney
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama InJourney Maya Watono memberikan pemaparan saat konferensi pers empat tahun InJourney di Jakarta, Senin (19/1/2026). Foto: InJourney

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,23 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, mengatakan capaian ini berhasil diraih di tengah tekanan yang masih membayangi industri penerbangan akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah sejak akhir kuartal I 2026.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika,” ucap Rizal melalui keterangan tertulis, Kamis (23/7).

Ia melanjutkan, pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh peningkatan kinerja bisnis non-aeronautika, seiring optimalisasi pengelolaan area komersial di sejumlah bandara. Perusahaan mencatat keberhasilan program beautifikasi bandara dan penerapan konsep tenant mixing, yang mengombinasikan berbagai jenis penyewa untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pengguna jasa.

Salah satu fokus transformasi di sisi bisnis aeronautika adalah pengembangan area komersial dan fasilitas pendukung di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang serta Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Ilustrasi area tunggu terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Julius Bramanto/Shutterstock

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan ulang kawasan komersial untuk meningkatkan pengalaman berbelanja penumpang. Sementara itu, Terminal 1C dikembangkan dengan konsep shopping arcade yang dapat diakses tidak hanya oleh penumpang, tetapi juga masyarakat umum melalui sistem pemeriksaan keamanan yang ditempatkan setelah area komersial.

Kemudian di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, perusahaan menerapkan konsep single flow pada area komersial serta menghadirkan berbagai merek global untuk gerai bebas bea, makanan dan minuman, maupun lounge. Selain itu, akses menuju dan dari bandara diperbaiki serta kapasitas titik pemeriksaan keamanan ditambah agar proses keberangkatan lebih cepat, sehingga penumpang memiliki lebih banyak waktu menikmati fasilitas bandara.

Di sisi lain, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mengoperasikan terminal baru yang dilengkapi kawasan komersial modern sejak November 2025. Kehadiran terminal tersebut meningkatkan kapasitas bandara menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, naik signifikan dibandingkan kapasitas sebelumnya sekitar 7 juta penumpang per tahun.

Rizal menyampaikan, saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30 persen sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

“Kami akan terus memperkuat bisnis, baik aeronautika dan non-aeronautika, untuk mencapai struktur pendapatan yang semakin kuat, pertumbuhan usaha berkelanjutan, dan InJourney Airports terus menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional,” tutur Rizal.

Di sisi pembiayaan, InJourney Airports juga melakukan penataan ulang struktur pendanaan bersama para kreditur melalui skema InJourney Group Financial Solutions pada kuartal I 2026. Langkah tersebut berhasil menekan beban bunga perusahaan sebesar 10 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

instagram embed