Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK

31 Oktober 2021 8:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56977)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
Pimpinan KPK bersama sejumlah pejabat eselonnya melakukan rapat kerja (raker) pada 27 hingga 29 Oktober 2021. Raker tersebut digelar di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Hotel bintang 5 ini berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto Km 8,7, Yogyakarta. Dikutip dari marriot.com, hotel Sheraton Mustika berjarak 10 menit dari Bandara Internasional Adisucipto.
Ada berbagai fasilitas mewah seperti tiga kolam renang resor, pusat kebugaran modern, lapangan tenis, spa, hingga on-ste kids club.
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56978)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
Ruang acara (event rooms) modern Sheraton Mustika Yogyakarta disebut sangat cocok untuk pertemuan perusahaan.
"Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa menyambut Anda untuk pengalaman menginap yang benar-benar mudah di Indonesia," demikian keterangan di laman resmi Sheraton Mustika Yogyakarta, dikutip kumparan pada Minggu (31/10).
Berapa tarif hotel bintang 5 yang dipakai menginap oleh jajaran pejabat KPK itu?
Dikutip dari lama resmi marriott.com, untuk harga flexible rate, bermacam-macam tergantung jenis kamar. Termurah ada kamar deluxe Rp 680 ribu per malam; lalu grand deluxe Rp 905 ribu; lagoon access Rp 1.030.000; junior suite Rp 1.230.000; lagoon suite Rp 1.380.000; executive suite Rp 1.580.000; presidential suite Rp 4.680.000; dan royal suite Rp 7,6 juta.
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56979)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
Sekjen KPK Cahya H Harefa sempat menyatakan ada 55 orang pegawai KPK yang ikut dalam raker tersebut. Jika diasumsikan semuanya menggunakan kamar tipe deluxe terendah untuk dua hari menginap, artinya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 74,8 juta.
ADVERTISEMENT
Angka tersebut baru untuk menginap, belum termasuk transportasi pesawat dan akomodasi lainnya dalam raker KPK tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56980)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
Meski demikian, Cahya menyebut raker KPK itu sudah sesuai dengan Standar Biaya Umum (SBU) di Yogyakarta. Yakni antara Rp 700 sampai Rp 1 juta per orang per paket meeting di Yogya.

Klaim Raker KPK di Yogyakarta Lebih Hemat

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan raker kali ini jauh lebih murah daripada periode sebelum sebelumnya. Menurut dia, pada periode sebelumnya, setiap satuan kerja hingga direktorat sering menggelar raker sendiri-sendiri.
"Dulu di periode sebelumnya malah bukan organisasi, setiap satuan kerja, biro, direktorat ngadain sendiri-sendiri. Jadi bukan seolah-olah ini hal yang baru di KPK," kata Marwata.
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56981)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
"Nah, sekarang kita satukan jangan setiap biro, setiap direktorat, setiap kedeputian ngadain raker sendiri-sendiri. Kita satukan," bebernya.
ADVERTISEMENT
Disatukannya rapat dari seluruh biro hingga deputi di KPK inilah yang diklaim Marwata membuat biaya menjadi lebih murah.
"Ya iyalah. Kalau dilihat secara keseluruhan dari biaya pasti lebih hemat," ujarnya.
Intip Mewahnya Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yang Jadi Tempat Raker KPK (56982)
zoom-in-whitePerbesar
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Foto: marriott.com
Dia pun membeberkan bahwa saat ini hotel baik bintang 5 maupun bintang 3 tengah terdampak pandemi. Sehingga anggarannya tidak akan melebihi dari yang sudah ditentukan.
"Demikian juga terhadap tarif hotel tersebut. Jadi tentu saja anggaran yang kita alokasikan dalam kegiatan seperti ini sudah ada dari awal kita susun. Tidak akan melebihi plafon yang sudah ditentukan, pasti itu saya pastikan," tegasnya.
Marwata juga menyebut bahwa raker ini tidak akan mengganggu anggaran operasional untuk kegiatan lain. Termasuk pula kegiatan penindakan.
"Ini betul-betul sudah kita alokasikan dari awal dan saya yakin pasti ada sisa. Karena itu plafonnya sudah dibatasi dan kita tentukan lebih rendah dari yang dianggarkan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT