Kumparan Logo

Investasi Emas Disebut Cocok Saat Ekonomi Pulih, Kenapa?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelas Investasi episode 6 membahas tentang prospek investasi emas. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kelas Investasi episode 6 membahas tentang prospek investasi emas. Foto: kumparan

Investasi emas kerap kali disebut sebagai safe haven karena dinilai paling aman. Namun, akibat pandemi sejak tahun 2020 harganya tak stabil.

Co Founder and CMO Indogold Indra Sjuriah mengatakan, dari waktu ke waktu harga emas cenderung naik. Menurutnya, harga emas stabil saat kondisi ekonomi membaik.

“Emas pada dasarnya (lebih stabil) pada saat ekonomi membaik roda perekonomian mulai bergerak. Orang juga akan berubah lagi portofolionya diversifikasi,” katanya dalam Kelas Investasi di Instagram kumparan, Jumat (3/9).

kumparan post embed

Indra menambahkan, investasi emas ini sifatnya jangka panjang. Setiap kali kenaikan emas diiringi kenaikan inflasi setiap tahunnya.

“Kalau buat teman-teman investor punya timeline jangka panjang semua portofolio selama kita ada dana,” katanya.

Adapun faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas adalah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Semakin tinggi kurs dolar AS terhadap rupiah, atau semakin lemahnya rupiah terhadap dolar AS, maka harga emas akan semakin menguat atau tinggi. Jadi, ketika kurs dolar AS atas rupiah naik, maka harga emas akan melonjak naik.

kumparan post embed