Investor Kripto Tembus 12,4 juta, Salip Saham dan Reksadana Cek Faktanya

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor kripto mencapai 12,4 juta orang per Februari 2022. Jumlah tersebut melampaui investor pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardana, mengungkapkan per Februari 2022 aset kripto telah mencapai Rp 83,8 triliun.
“Sampai Februari 2022 transaksi aset kripto telah mencapai Rp 83,8 triliun dengan jumlah pelanggan 12,4 juta orang atau bertambah 532.102 orang pelanggan dari 2021,” kata Wisnu saat rapat dengan Komisi VI DPR yang ditayangkan secara virtual, Kamis (24/3).
Wisnu mengungkapkan perdagangan atau transaksi aset kripto meningkat signifikan. Ia memaparkan nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 11,2 juta orang.
Sementara untuk investor pasar modal sendiri, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencapai 8,1 juta per akhir Februari 2022. Investor pasar modal ini terdiri dari investor reksadana, C-Best, maupun Surat Berharga Negara (SBN).
Adapun saat ini, jumlah aset pasar modal yang tercatat di C-Best mencapai Rp 5.945,45 triliun. Kapitalisasi pasar IHSG pun juga tembus Rp 8.690 triliun per akhir bulan lalu.
Sekadar tahu saja C-Best merupakan sistem komputerisasi berteknologi tinggi yang dirancang untuk menggantikan sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek yang dilakukan secara manual, di mana hanya dapat diakses oleh Pemegang Rekening KSEI.
