Kumparan Logo

IPO Hari Ini, Saham HBAT Melesat 6,48 Persen & FOLK 17 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana IPO PT Multi Garam Tbk (FOLK) dan PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT) di Bursa Efek Indonesia, Senin (7/8/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana IPO PT Multi Garam Tbk (FOLK) dan PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT) di Bursa Efek Indonesia, Senin (7/8/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) dan PT Multi Garam Tbk (FOLK) resmi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias Initial Public Offering (IPO), Senin (7/8).

Dua perusahaan tersebut tercatat ke-54 dan ke-55 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2023. Pada pukul 09.00 WIB, saham HBAT naik 7 poin atau 6,48 persen menjadi Rp 115 per lembar, sebelumnya harga perdana saham Rp 108 per lembar. Sementara saham FOLK naik 17 poin atau 17 persen, dari posisi awal IPO Rp 100 menjadi ke level Rp 117 per lembar.

HBAT mengincar Rp 26 miliar dana segar dari pasar modal, sementara FOLK menargetkan Rp 57 miliar.

PT Minahasa Membangun Hebat Tbk adalah perusahaan lokal yang bergerak di bidang real estate yang melakukan usaha pengembangan perumahan di kawasan Manado-Sulawesi Utara, Indonesia.

Direktur Utama PT Minahasa Membangun Hebat Tbk-Go Ronny Nugroho mengatakan pencatatan saham HBAT pada Senin ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perusahaan sejak didirikan pada tahun 2022 di Sulawesi Utara (Sulut).

“Menjadi perusahaan terbuka adalah milestone penting bagi kami sebagai perusahaan properti lokal yang berasal dari Manado. Pencapaian ini kian memacu kami untuk terus tumbuh berkesinambungan, tak hanya mengembangkan perumahan di Manado, tapi juga berkembang,” katanya dalam seremoni pencatatan saham perdana HBAT di Gedung BEI, Senin (7/8).

Suasana IPO PT Multi Garam Tbk (FOLK) dan PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT) di Bursa Efek Indonesia, Senin (7/8/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

Seluruh dana dari hasil penawaran umum, setelah dikurangi dengan seluruh biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan IPO, akan digunakan sebesar 46 persen untuk pembelian landbank dan 45 persen untuk biaya pembangunan fasilitas umum serta sarana dan prasarana perumahan, seperti kantor marketing, club house dan kolam renang di Perumahan Sawangan Permai-Minahasa”, sambungnya.

Sementara itu, sisa dana IPO dipakai untuk modal kerja, termasuk pembayaran kepada kontraktor dan pemasok. Penggunaan modal kerja ini akan digunakan untuk proyek Perumahan Sawangan Permai, di mana, saat ini sudah ada kontraktor proyek yaitu CV Bangun Cipta Minahasa.

Adapun detail landbank yang akan diakuisisi yakni tanah seluas 38.000 m2 milik Hendra Sutanto di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulut, kemudian tanah seluas 1.323 m2 milik Jon Fieris di Desa/Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, dan tanah seluas 1.050 m2 juga milik Jon Fieris di Desa/Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

“Lokasi bidang-bidang tanah tersebut cukup strategis dan sudah terdapat aksesibilitas menuju lokasi, sehingga lahan-lahan itu memiliki potensi yang baik untuk dijadikan landbank guna dikembangkan sebagai proyek perumahan perseroan di kemudian hari,” kata Ronny.

Profil PT Multi Garam Tbk

Perusahaan FOLK Group saat ini beroperasi pada 2 industri utama, yaitu New Media dan Consumer. Melalui beberapa entitas anaknya, FOLK Group memiliki tiga pilar utama yang menjadi fondasi inti dari ekosistem FOLK Group.

Pilar pertama adalah New Media Commerce, yaitu media baru yang berbasis pencipta konten (content creator) yang didistribusikan melalui platform digital salah satunya social media. FOLK Group saat ini menjangkau audiens nya melalui 3 segmen media, yaitu Education-Finfolk, Sports & Entertainment-R66 Media, dan Lifestyle & Culture-USS Networks.

Suasana IPO PT Multi Garam Tbk (FOLK) dan PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT) di Bursa Efek Indonesia, Senin (7/8/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

Kemudian, pilar kedua merupakan Omni-Channel Retail Brands yang terdiri dari Amazara, SYCA dan Dr Soap di mana ketiganya mendapatkan award sebagai Top Performance Direct-To-Consumer Brand di Top 2 Marketplace di Indonesia. Official store dr Soap sendiri telah berdiri di Senayan City Mall sejak Juni 2022.

Pilar yang terakhir adalah Intellectual Property (IP) & Community di mana FOLK Group dan entitas anaknya telah membangun dan memiliki beberapa Original IP sebagai competitive advantage khususnya di dalam ekosistem Creative Economy, mulai dari Lifestyle, Fashion, Sports, sampai Events seperti Finfolk Conference, Genesis Dogma, dan lain-lain. Seluruh IP dari FOLK juga didukung oleh basis komunitas yang sangat kuat.

Kombinasi dari seluruh ekosistem FOLK tersebut telah menjangkau lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia dengan demografi umur 18 – 45 tahun dari perkotaan sampai sub urban.