Iran dan Rusia Sepakat Tinggalkan dolar AS untuk Bertransaksi
·waktu baca 2 menit

Iran dan Rusia menyelesaikan kesepakatan perdagangan dalam mata uang lokal, alias meninggalkan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi antar kedua negara.
Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (28/12), hal ini menyusul rencana yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Iran dan Rusia mengumumkan rencana menggunakan mata uang lokal dibandingkan dolar AS dalam transaksi komersial bersama.
"Iran dan Rusia telah menyelesaikan perjanjian di mana mereka akan memperdagangkan mata uang lokal mereka dan bukan dolar AS," berikut laporan kantor berita Iran, IRNA, pada Rabu kemarin.
Mengutip informasi dari bank sentral Iran, pembentukan platform keuangan dan perbankan baru telah membuka babak baru dalam hubungan perbankan antara Iran dan Rusia.
"Kedua negara sepakat untuk menyingkirkan dolar AS dan sebagai gantinya memperdagangkan mata uang lokal,” katanya.
Kesepakatan itu diselesaikan pada pertemuan yang diadakan di Rusia antara gubernur bank sentral kedua negara. Perbankan dan bisnis mereka kini menggunakan platform seperti sistem pesan non-SWIFT dan menjalin hubungan perantara bilateral menggunakan mata uang nasional.
Sebelumnya pada Juli 2022, Iran dan Rusia mengumumkan rencana untuk menggunakan mata uang nasional mereka alih-alih dolar AS dalam perdagangan bersama.
Dalam pertemuan bulan itu di Teheran, pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan perlunya meninggalkan dolar dalam perdagangan global.
Sebagai tanggapan, Presiden Rusia Vladimir Putin mencatat bahwa AS mencoba menggunakan dolar sebagai alat tekanan, dan menambahkan bahwa Iran dan Rusia sedang berupaya menggunakan mata uang nasional mereka dalam hubungan perdagangan.
Sementara pada hari Senin kemarin, Iran menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EEU) yang dipimpin Rusia.
