Irwan Hidayat Berbagi Rahasia Sukses Ekspor Rempah-rempah Indonesia

21 April 2021 12:19
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur PT Sidomuncul, Irwan Hidayat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur PT Sidomuncul, Irwan Hidayat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia. Lada, cengkeh, kayu manis, pala, vanili, jahe, dan kunyit adalah beberapa rempah unggulan Tanah Air.
Bahkan di tahun 2016, Indonesia pernah menempati peringkat keempat sebagai penghasil rempah di dunia berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO).
Berdasarkan data Negeri Rempah Foundation, tercatat ada 400-500 spesies rempah di dunia. Dari jumlah itu, 275 di antaranya berada di Asia Tenggara yang didominasi oleh Indonesia. Tak mengherankan Indonesia memiliki julukan Mother of Spices dan Indonesia pernah menguasai dunia berkat rempah-rempahnya yang berlimpah.
Namun seiring berjalannya waktu, predikat itu luntur lantaran turunnya produksi dan mutu rempah Indonesia. Ada banyak faktor penyebabnya. Mulai dari masalah rendahnya produktivitas, pohon-pohon yang sudah tua; kurangnya pengetahuan tentang budidaya terutama saat mengatur prosedur manajemen pasca panen; hingga kondisi cuaca yang tidak kondusif mengakibatkan serangan hama meningkat pada akhirnya kualitas produksi juga turut menurun.
Padahal rempah Indonesia telah menjadi komoditas strategis nasional karena rempah mampu mensejahterakan dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Karenanya penting untuk meraih kembali nilai tambah dan rantai nilai rempah Indonesia agar bisa bersaing di pasar global.
Namun untuk membangkitkan kembali nilai jual rempah Indonesia harus disinergikan dengan seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, petani, lembaga penelitian, perguruan tinggi, hingga perusahaan seperti yang dilakukan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat menyebut rempah-rempah dapat menjadi peluang ekspor karena Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah nomor satu di dunia. Tapi hal tersebut tak bisa jadi jaminan, sebab kualitasnya harus diperhatikan agar tidak kalah saing dengan negara lain.
“Rempah Indonesia sebenarnya adalah peluang bagi kita, masyarakat Indonesia. Namun, penting untuk memperhatikan quality-nya," kata Irwan dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru: Memacu Ekspor UKM secara virtual, Selasa (20/4).
Irwan Hidayat dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru: Memacu Ekspor UKM secara virtual, Selasa (20/4). Dok. Youtube/LearnBusinessAnywhere.
zoom-in-whitePerbesar
Irwan Hidayat dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru: Memacu Ekspor UKM secara virtual, Selasa (20/4). Dok. Youtube/LearnBusinessAnywhere.
Irwan mencontohkan, jika membeli durian di Indonesia pasti masyarakat akan mencobanya terlebih dahulu untuk memastikan manis atau tidak. Berbeda dengan membeli durian dari Thailand, masyarakat sudah percaya soal kualitasnya, mulai dari rasa, ketebalan daging, hingga aromanya.
Menurut Irwan, jika kualitas rempah-rempahnya kurang bagus, maka itu tidak efisien. Untuk mendapatkan produk rempah-rempah dengan kualitas yang baik, maka perlu mengembangkan atau mencari bibit tanaman yang baik pula. Sehingga ketika dikerjakan oleh petani hasilnya bisa lebih maksimal.
Hal ini pun dilakukan Sido Muncul demi mendapatkan rempah berkualitas untuk proses produksi produk-produknya.

Sido Muncul Membina Para Petani

Ya, dalam proses produksinya, Sido Muncul menggunakan 100 persen tanaman lokal. Penggunaan bahan baku dari pemasok lokal memberikan banyak keuntungan seperti waktu pengiriman dan kemudahan dalam memantau kualitas bahan baku sejak dari lokasi pemasok.
Di sisi lain, kegiatan usaha Sido Muncul telah memberikan dampak ekonomi bagi kelompok masyarakat, termasuk usaha kecil dan menengah, kaum perempuan dan kelompok marjinal sebagai bagian dari pemasok bahan baku bagi Perseroan.
Untuk menjamin kontinuitas volume dan kualitas bahan baku (simplisia) yang berasal dari produk pertanian, Sido Muncul menjalin hubungan kemitraan dengan para petani rempah yang menjadi bagian dari rantai pasok Perseroan. Sido Muncul membina dan mendampingi para petani rempah untuk memitigasi risiko volatilitas pada rantai pasokan bahan baku demi kesinambungan usaha jangka panjang.

Menggunakan Mesin Ekstraksi Berkualitas Tinggi

Mesin ekstraksi Sido Muncul. Dok. https://www.sidomuncul.co.id/
zoom-in-whitePerbesar
Mesin ekstraksi Sido Muncul. Dok. https://www.sidomuncul.co.id/
Demi menjamin kualitas, Sido Muncul menggunakan mesin berkualitas tinggi dengan metode yang terstandarisasi untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi bahan baku serta menampung hasil panen para petani rempah.
“Kami ini kompresornya. Bahan bakunya dari petani yang sebelum diproduksi ada standarisasinya. Selain menggunakan mesin ekstraksi, Sido Muncul juga memiliki laboratorium untuk pengujian bahan baku dan riset pengembangan produk,” kata Irwan.
Irwan Hidayat dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru: Memacu Ekspor UKM secara virtual, Selasa (20/4). Dok. Youtube/LearnBusinessAnywhere.
zoom-in-whitePerbesar
Irwan Hidayat dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru: Memacu Ekspor UKM secara virtual, Selasa (20/4). Dok. Youtube/LearnBusinessAnywhere.
Kendati demikian, Irwan melanjutkan bahwa Sido Muncul masih terus mengembangkan SDM seperti peneliti dan memperbanyak alat agar rempah Indonesia semakin menjadi primadona dan bisa memenuhi kebutuhan domestik maupun internasional.

Sukses Ekspor Rempah ke Arab Saudi

Berkat komitmen dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas bahan baku rempah-rempah, tahun 2020, PT Sido Muncul Tbk sukses melakukan ekspor perdana produk jamu ke Arab Saudi. Banyak pihak yang menyambut gembira keberhasilan ini. Sebab kesuksesan ini tentunya menumbuhkan optimisme bahwa produk makanan dan minuman (mamin), dapat terus mendorong kinerja ekspor nasional dan meningkatkan peluang ekspor produk rempah-rempah Indonesia.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Sido Muncul