Kumparan Logo

Israel-AS Serang Iran, Harga Bitcoin Anjlok 3 Persen ke USD 63.038

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Harga Bitcoin dan aset digital lainnya jatuh setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai menyerang di Iran pada Sabtu (28/2).

Mengutip Bloomberg, Bitcoin sempat merosot hingga 3,8 persen ke level USD 63.038. Sementara Ether, token terbesar kedua, turun 4,5 persen menjadi USD 1.835. Sekitar USD 128 miliar nilai pasar aset digital menguap segera setelah kabar serangan tersebut, menurut data dari CoinGecko.

Sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran pada Sabtu (28/2). Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan setelah kampanye militer berakhir.

Presiden AS, Donald Trump terkait serangannya ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Truth/ Donald Trump

“Waktu kebebasan Anda sudah dekat. Ketika kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda untuk diambil. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi,” kata Trump, menyapa warga Iran dalam video yang diunggah di Truth Social.

Bagi Bitcoin, penurunan ini memperpanjang tren jual yang telah berlangsung berbulan-bulan di pasar kripto, dimulai dari likuidasi sekitar USD 19 miliar posisi leverage pada Oktober, hanya beberapa hari setelah Bitcoin mencapai puncak di atas USD 126.000.

“Seperti biasa, ketika peristiwa kritis terjadi saat akhir pekan, Bitcoin berperan sebagai katup tekanan,” kata kepala riset di Arctic Digital, Justin d’Anethan.

Bitcoin kemudian memangkas sebagian kerugiannya beberapa jam setelah serangan. Justin d’Anethan menilai dampak awal terhadap token tersebut tidak sedrastis yang mungkin diperkirakan sebagian pihak.

“Dengan banyak leverage yang sudah tersapu dan penjual yang kelelahan, hanya ada batas tertentu sejauh mana peristiwa makro bisa berdampak. Bukan berarti Bitcoin tidak bisa turun lagi, hanya saja sebagian besar volatilitas sudah terbilas keluar,” tutur Justin d’Anethan.