Istana Bogor hingga GoTo Beli Sertifikat Energi Terbarukan dari PLN
ยทwaktu baca 2 menit

PT PLN (Persero) menandatangani kerja sama pemenuhan tenaga listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 800 ribu megawatt-hours (MWh) dengan Istana Kepresidenan Bogor dan 5 industri.
Kontrak pembelian REC PLN dengan 5 industri di antaranya H&M Indonesia, PT Goto Gojek Tokopedia, PT Stargate Mineral Asia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Georg Fischer Indonesia, dalam rangkaian kegiatan Energy Transitions Working Group (ETWG) di Yogyakarta, Kamis (24/03).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pelaksanaan penandatanganan kerja sama kontrak pembelian REC sebagai salah satu komitmen transisi energi terbarukan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan presidensi G20 menggencarkan upaya pengurangan emisi karbon.
"REC menjadi instrumen paling penting dalam menurunkan emisi. Kerja sama ini merupakan bukti nyata bahwa sektor industri mengambil peran luar biasa dalam transisi energi terbarukan," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (25/3).
Darmawan menjelaskan, kontrak pembelian REC ini memiliki durasi kerja sama selama 1-5 tahun. Dia menilai, kesepakatan ini bukti PLN mewujudkan pemenuhan tenaga listrik dari pembangkit berbasis EBT dan akan memberi dampak positif bagi pelanggan.
"Pelanggan memperoleh opsi pengadaan untuk pemenuhan target 100 persen penggunaan EBT yang transparan dan diakui secara internasional dan tanpa mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur," jelas dia.
Tidak hanya itu, lanjutnya, pelanggan juga sekaligus bisa menunjukkan kontribusinya mengurangi emisi karbon dengan menggunakan energi yang berasal dari pembangkit EBT di Indonesia.
Kontrak pembelian REC juga memberikan dampak bagi pemerintah untuk mencapai target karbon netral di 2060. Darmawan berharap, masifnya kontrak pembelian REC dapat mendorong pertumbuhan pasar nasional EBT sehingga mempercepat pencapaian target bauran energi.
"Kami sangat terbuka bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin berkontribusi dalam penggunaan energi hijau dengan memanfaatkan REC ini," tutur Darmawan.
Pada kesempatan yang terpisah, Country Manager H&M Group Production Office Indonesia, Frank Blin Gonsalves menyatakan komitmennya berkontribusi dalam melawan perubahan iklim, yang tidak hanya bertumpu pada lini operasi, tetapi di seluruh rantai nilai H&M Group, termasuk di Indonesia.
"H&M Group terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra bisnis kami untuk memberikan solusi baru serta mendorong penggunaan sumber listrik berbasis EBT dalam rantai pasok kami," ungkapnya.
Frank menambahkan, perjanjian REC antara H&M, mitra pemasok dan PLN merupakan langkah penting untuk mewujudkan ambisi perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada 2060.
