Kumparan Logo

Istana Ungkap Alasan Pilih Letjen Djaka Budhi Jadi Dirjen Bea Cukai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal langkah Prabowo menunjuk sosok berlatar belakang militer sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Letjen Djaka Budhi baru saja dilantik hari ini sebagai Dirjen Bea Cukai yang baru. Prasetyo memastikan Djaka sudah purnawirawan, meskipun tak menjelaskan per kapan ia pensiun dari TNI.

"Kenapa TNI? TNI adalah institusi kita. Gara-gara kita paling depan, coba lihat hasil survei. Lembaga yang paling dipercaya adalah TNI," jelas Prasetyo di Istana Negara, Jumat (23/5).

Prasetyo juga menjelaskan alasan Prabowo secara spesifik menempatkan mantan tentara untuk direktorat tersebut. Ia mengakui Ditjen Bea Cukai merupakan salah satu direktorat yang banyak masalah. Atas dasar itu, menurutnya, dibutuhkan sosok yang berani untuk memegang komando.

instagram embed

"Nah, kalau pertanyaannya kenapa Bea Cukai ditugaskan dari unsur TNI, nah saudara-saudara mesti paham bahwa Bea Cukai ini setelah kita pelajari, itu membutuhkan sosok yang memang harus berani," tuturnya.

"Karena di situ, mohon maaf ya, ini sesuatu yang sebenarnya kurang enak disampaikan, tetapi kita semua paham bahwa banyak sekali pelanggaran-pelanggaran itu yang masuknya melalui jalur Bea Cukai," sambungnya.

Prasetyo mencontohkan, banyak kasus penyelundupan, hingga masuknya barang-barang ilegal tanpa terpantau Bea Cukai.

"Nah ini kan masuknya melalui jalur Bea Cukai. Kemudian kita berdiskusi bahwa kita membutuhkan sosok yang memiliki kemampuan untuk berkoordinasi lintas wilayah, lintas instansi, lintas kementerian, karena jalur-jalur masuknya pos-pos Bea Cukai ini kan tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga ingin agar pendapatan negara lewat penerimaan bea dan cukai bisa lebih optimal.

"Kita memang sedang ingin bekerja keras meningkatkan pendapatan kita dengan penertiban-penertiban. Dengan mempermudah, menderegulasi sesuatu yang mempersulit kalau kita bicara misalnya dari sisi regulasi," ujarnya.