Kumparan Logo

Jadi Dirut BNI Setelah 9 Bulan Pimpin Bank Mandiri, Ini Profil Royke Tumilaar

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Royke Tumilaar. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Royke Tumilaar. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Royke Tumilaar ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (2/9). Hal itu seiring dengan langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang merombak jajaran direksi Bank BNI.

Royke mau tak mau harus mengakhiri masa tugas dan tanggung jawabnya selama 32 tahun di Bank Mandiri. Ia sebenarnya baru saja diangkat menjadi Dirut Bank Mandiri pada 9 Desember 2020 alias 9 bulan lalu.

Bersama Royke, ada 4 direksi Bank Mandiri lain yang juga digeser ke BNI. Terkait hal ini, Royke mengatakan bahwa pemindahan direksi Bank Mandiri ke BNI bukan kewenangannya.

“Secara ini Pak Silvano ikut pindah bukan saya yang memutuskan, yang memutuskan adalah pemegang saham,” kata Royke saat konferensi pers secara virtual, Rabu (2/9).

Royke Tumilaar. Foto: Dok. Bank Mandiri

Menurutnya, amanah yang diberikan oleh Kementerian BUMN ini adalah sebuah kehormatan. Ia berharap segera menemukan kekompakan atau sinergi dengan manajemen baru di Bank BNI. Sehingga target yang menjadi ekspektasi pemegang saham bisa dicapai.

“Memang ini adalah satu tugas, satu amanah yang diberikan oleh pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN yang ditugaskan untuk memimpin satu bank yang punya sejarah panjang, sejak 1946 yang rasanya ini buat saya juga suatu yang membanggakan dikasih kesempatan untuk memimpin Bank BNI,” kata

Bagaimana sepak terjang Royke Tumilaar? Berikut kumparan merangkum profilnya:

Royke merupakan bankir senior. Ia mendapat gelar Sarjana Ekonomi jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada 1987. Selain itu, ia juga meraih gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada tahun 1999.

kumparan post embed

Pria kelahiran 1964 ini bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri, di mana jabatan terakhirnya adalah Senior Profesional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada bulan Mei 2010, ia menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Kemudian pada Mei 2011, Royke diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Dirut Bank Mandiri adalah Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.