Jadi Lokasi Istana dan Pusat Pemerintahan, Begini Proses Penentuan Titik Nol IKN
·waktu baca 2 menit

Kementerian PUPR terus menggenjot pembangunan IKN Nusantara. Salah satunya pembangunan infrastruktur di Titik Nol IKN.
Kepala Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Danis H Sumadilaga, mengatakan Titik Nol IKN Nusantara menjadi referensi lokasi pembangunan kompleks Istana Negara dan Pusat Pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Danis menjelaskan, proses survei lokasi KIPP ini diawali dengan pengukuran jaring kontrol geodesi (JKG) dan pembuatan titik referensi lainnya di KIPP.
“Proses survei diawali dengan pengukuran jaring kontrol geodesi (jkg) untuk menentukan titik nol dan pembuatan titik referensi lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (kipp),” kata Danis dalam unggahan Instagram resmi @kemenpupr.
Proses pengukuran dilakukan di 5 pilar titik JKGM, yakni 0IKN 1IKN, dan 4IKN. Untuk BM Pasut, nantinya akan berada di Titik 0IKN. Sedangkan, untuk 0IKN, 1IKN, dan 2IKN BIG akan dibangun pilar pendamping sebagai cadangan sekaligus backsight penetapan nilai azimuth untuk keperluan teknis saat pembangunan KIPP.
Seluruh pilar JKG ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat umum. Danis mengatakan bahwa nilai koordinat geodesi dan gaya berat dari pilar JKH ini akan menjadi acuan untuk semua tahapan pemetaan.
“Peta yang dihasilkan akan menjadi panduan untuk penentuan akurasi titik lokasi pembangunan berbagai infrastruktur IKN Nusantara,” kata Danis.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan alasan penempatan Istana Negara di Titik Nol IKN Nusantara. Ia menjelaskan bahwa Istana Negara RI di IKN harus berada di lokasi yang paling tinggi di wilayah tersebut.
"Ya itu hitung-hitungan geospasial yang dilakukan Kementerian PU, titiknya di situ. Kalau di sini, ini titik istananya. Di sini titik istananya, ini tempat yang tertinggi dari permukaan laut, kira-kira 80 meter. Ini yang paling tinggi di sini. Kita bisa melihat seluruh penjuru kanan [dan] kiri," ucap Jokowi saat membuka ritual Kendi Nusantara.
Kementerian PUPR menyelesaikan pengerjaan sejumlah ruas jalan kawasan IKN Nusantara. Saat ini telah selesai pekerjaan Segmen 1, 2, dan 3 sepanjang 5,7 km dan sisanya Segmen 4 telah dalam tahap konstruksi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur IKN Nusantara dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal di tahun 2022-2024, pembangunan yang menjadi prioritas Kementerian PUPR salah satunya jalan nasional yang menjadi akses utama ke IKN Nusantara.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga mengatakan, pembangunan Jalan Lingkar Sepaku dilaksanakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
