Kumparan Logo

Jadi Obligasi Pertama di 2025, SBN Ritel ORI027 Sudah Bisa Dipesan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melayani nasabah yang ingin membeli Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melayani nasabah yang ingin membeli Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) telah menerbitkan Obligasi Negara Ritel seri ORI027. Menjadi yang pertama di 2025, surat berharga negara (SBN) ritel ini bisa dipesan mulai 27 Januari sampai 20 Februari 2025.

Berdasarkan laman resmi DJPPR, SBN ini ditawarkan secara online (e-SBN). SBN dapat dipesan melalui empat tahap, registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen atau konfirmasi.

“Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN,” tulis laman tersebut dikutip Selasa (28/1).

Pada SBN ORI027 ini, terdapat dua seri yaitu ORI027T3 dengan tenor 3 tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2028 dan ORI027T6 dengan tenor 6 tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2031. Kedua kupon tersebut dapat dipesan dengan minimum pemesanan Rp 1 juta dan maksimum pemesanan Rp 5 miliar untuk ORI027T3 dan Rp 10 miliar untuk ORI 027T6.

Tingkat kupon untuk keduanya ditetapkan 6,65 persen per tahun untuk ORI027T3 dan 6,75 persen per tahun untuk ORI027T6. Pembayaran kupon akan dibayarkan setiap tanggal 15 dimulai dari 15 April 2025.

“Satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 16 April 2025,” lanjut keterangan tersebut.

Masyarakat yang ingin membeli kupon juga bisa memahami Memorandum Informasi ORI027T3 dan ORI027T6 yang dapat diakses di landing page pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori.

Registrasi untuk kedua seri SBN Ritel ini dapat dilakukan dalam 26 mitra distribusi yang terdiri dari Bank Umum, Perusahaan Efek dan Perusahaan Financial Technology Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Berikut Daftarnya:

Mitra Distribusi Bank Umum

PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank DBS Indonesia

PT Bank HSBC Indonesia

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Maybank Indonesia Tbk

PT Bank Mega Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank OCBC NISP Tbk

PT Bank Panin Tbk

PT Bank Permata Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT Bank UOB Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Victoria International Tbk

Standard Chartered Bank, Indonesia

Mitra Distribusi Perusahaan Efek

PT BRI Danareksa Sekuritas

PT BNI Sekuritas

PT Mandiri Sekuritas

PT Phillip Sekuritas Indonesia

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

Mitra Distribusi APERD

PT Bareksa Portal Investasi

PT Bibit Tumbuh Bersama

PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)

PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)