Kumparan Logo

Jaga Kelestarian Lingkungan, BRI Tawarkan Program KPR Green Financing

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Konsumer BRI, Handayani. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Konsumer BRI, Handayani. Foto: Dok. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah terlibat dalam penerapan green development, terutama dalam pembiayaan proyek pembangunan berkelanjutan yang mengusung "konsep hijau" atau green concept. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan meluncurkan program KPR Green Financing pada tahun 2021.

Program tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap pemeliharaan lingkungan khususnya yang terkait dengan energi terbarukan.

Program KPR Green Financing ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), serta berbagai penawaran menarik lainnya bagi nasabah BRI yang ingin memiliki hunian.

Direktur Konsumer BRI, Handayani mengatakan, program tersebut dibuat untuk pengembang atau developer rekanan BRI yang telah dinyatakan sebagai “Developer Green”.

“Dengan penawaran DP mulai dari 0 persen dan suku bunga terbaik hanya 4,65 persen fixed 3 tahun atau 5,65 persen fixed 5 tahun, maupun jangka waktu panjang hingga 20 tahun, BRI ditargetkan dapat ikut berkontribusi menyukseskan penerapan program Green Development sebesar Rp 2,5 Triliun,” kata Handayani.

Green Financing semakin dibutuhkan

Sejak program KPR Green Financing diluncurkan, BRI semakin aktif dalam mengampanyekan pentingnya rumah sehat berwawasan lingkungan agar kehidupan penghuninya semakin berkualitas.

Untuk menyebarluaskan hal itu, BRI telah beberapa kali menggelar acara, seperti Talkshow milenial cuan, Mini Property Expo Goes to Developer, dan website resmi bagi nasabah yang hendak mengikuti program KPR Green Financing, yaitu Homespot.id.

Acara-acara tersebut diselenggarakan karena green financing atau pun green investment saat ini belum menjadi tren yang masif. Padahal, menurut Handayani, pembiayaan hijau alias green financing atau sustainability-linked financing semakin dibutuhkan seiring tuntutan keberlanjutan lingkungan di berbagai sektor, termasuk keuangan.

“BRI memiliki komitmen untuk mengakselerasi green economy atau ekonomi hijau melalui sustainable business financing (pembiayaan kepada kegiatan usaha yang berkelanjutan)," ujar Handayani.

"Meski saat ini sudah banyak produk keuangan yang mengedepankan keberlanjutan, namun masih terdapat banyak ruang untuk peningkatan,” sambungnya.

Meski sudah menunjukkan peningkatan, Handayani berharap baik pemerintah, pengusaha atau developer, serta para calon nasabah, tetap dapat mendukung penuh konsep tersebut. Menurut Handayani, dukungan itu bisa berupa pedoman teknis bagi bank untuk mengimplementasikan perbankan hijau agar mempermudah evaluasi kepatuhan maupun peningkatan kapasitas.

Handayani pun berharap akan semakin banyak pengembang yang sadar terhadap program Green Development sehingga bisa melakukan self assessment green concept serta mendaftarkan diri jika hasil tesnya memadai.

Sementara itu, bagi masyarakat umum, Handayani juga berharap akan semakin banyak yang sadar dan peduli mengenai pentingnya green concept atau konsep hijau.