Kumparan Logo

Jaga Pasokan Pakan, Mentan Minta Bulog Siapkan Stok Jagung 250 Ribu Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebun Jagung di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10/2018). Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kebun Jagung di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10/2018). Foto: Abdul Latif/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menyiapkan stok jagung untuk pakan ternak sebanyak 250 ribu ton. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi kenaikan harga pakan yang dikeluhkan peternak, terutama pada periode September hingga Desember.

Amran menekankan pemerintah akan memperkuat ekosistem rantai pasok jagung dari hulu hingga hilir.

“Nah tadi kita sepakat yang pertama pakan mahal itu masalahnya. Dan masalahnya di bulan September, Oktober, November, Desember. Di sini kita jaga,” kata Amran dalam Rapat Koordinasi Peternakan di Kediaman Menteri Pertanian, Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10).

Amran mengatakan salah satu langkah mendesak yang perlu dilakukan dalam waktu dekat adalah meminta Bulog mendistribusikan jagung yang tersedia di gudang kepada peternak, sembari melanjutkan pengadaan stok melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Amran menyebut masih terdapat kuota jagung SPHP sebanyak 150 ribu ton yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan peternak.

“Jagung yang ada di gudang itu distribusikan sambil pengadaan karena masih ada kuota untuk SPHP 150 ribu ton. Dan itu cukup,” ujar Amran.

Mentan Amran Sulaiman percepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir di lima kawasan dengan anggaran Rp2,2 triliun untuk dukung ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Kementan RI

Sementara, untuk solusi jangka panjang dapat ditempuh dengan mendorong kerja sama dari sisi hulu antara peternak dengan binaan petani jagung.

Amran menilai petani binaan dapat diarahkan untuk memasok jagung bagi kebutuhan peternak. Jika hasil produksi jagung melimpah atau terjadi kelebihan pasokan (oversupply), Bulog akan berperan sebagai pembeli atau offtaker hasil panen petani binaan tersebut.

Jagung yang dibeli kemudian dapat disimpan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ketika pasokan terbatas atau harga meningkat.

“Kemudian setelah ditampung oleh Bulog menjaga di stoknya harus 250 ribu ton itu pada bulan-bulan kritis. Yaitu apa? September, Oktober, November, Desember. Ini dijaga. Stoknya kita minta 250 ribu ton pada bulan ini,” tegas Amran.