Jaga Pasokan Pangan di DKI, Food Station Panen Padi di Indramayu

27 Maret 2024 11:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Food Station panen padi di Indramayu. Foto: Food Station
zoom-in-whitePerbesar
Food Station panen padi di Indramayu. Foto: Food Station
ADVERTISEMENT
BUMD Pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), melakukan panen bersama hasil budi daya padi di Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Selasa, (26/3).
ADVERTISEMENT
Panen bersama ini merupakan realisasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang ditindaklanjuti dengan kerja sama bisnis oleh Food Station dengan CV Re Agro Lestari. Re Agro berperan menyiapkan lahan dan binaan kelompok tani. Sedangkan Food Station akan melakukan pendampingan dan penyediaan saprotan. Selain itu untuk meningkatkan efektivitas hasil pertanian, dalam kegiatan budidaya ini menerapkan SOP dan menggunakan pupuk hayati.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wirary, mengatakan kerja sama ini telah berlangsung sejak 2022. Pada tahun ini total luasan lahan yang dibudidayakan seluas 606 hektare, dengan varietas DNA/ Bawor yang memiliki karaktertistik biji panjang aromatik mirip dengan varietas jasmine dari Thailand.
Pamrihadi menjelaskan kerja sama ini tujuannya menjaga pasokan dan stabilisasi harga beras khususnya di DKI Jakarta dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
ADVERTISEMENT
"Karena Food Station memberikan pendampingan mulai dari penanaman sampai dengan kegiatan pasca panen sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian," kata Pamrihadi melalui keterangan tertulis, Rabu (27/3).
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, mengapresiasi kegiatan panen bersama yang merupakan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, kegiatan panen bersama ini harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebagai upaya untuk menjaga inflasi pangan daerah.
“Kegiatan hari ini adalah kegiatan sebagai upaya menjaga inflasi pangan (volatile food) sekaligus menjaga kestabilan ekonomi juga sosial. Jangan lupa karena inflasi pangan yang tinggi akan menyebabkan gejolak sosial di masyarakat” ujar Arlyana.
Arlyana mengatakan keterbatasan lahan di Jakarta juga memicu Jakarta aktif menjalankan kerja sama antara daerah dengan daerah lain yang menjadi sentra produksi. Harapannya kerja sama tersebut sama-sama saling menguntungkan.
ADVERTISEMENT
“Untuk Jakarta kerja sama dengan Indramayu ini mendapatkan pasokan beras, sementara buat Indramayu kesejahteraan petaninya meningkat. Jangan lupa posisi Jakarta yang rapat dengan bodetabek, betul-betul tidak bisa dipisahkan, sehingga pasokan pangan untuk Jakarta juga seringkali menjadi sumber untuk masyarakat yang ada di bodetabek," ungkap Arlyana.
"Jadi terkadang menghitung kebutuhan pangan di Jakarta seringkali tidak bisa dengan hanya menghitung dengan KTP Jakarta tetapi juga harus mempertimbangkan dengan kebutuhan penduduk yang ada di daerah sekitarnya," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto, menyampaikan bahwa di Kabupaten Indramayu terdapat 2.604 kelompok tani, di mana pada 2022 menghasilkan beras sebanyak 1,5 juta ton. Pada tahun 2023 dengan kondisi cuaca kemarau panjang bisa menghasilkan beras sebanyak 1,4 juta ton.
ADVERTISEMENT
"Kami menyambut baik kerja sama ini karena memberikan manfaat bagi petani di Kabupaten Indramayu dan Pemprov DKI Jakarta," tutur Sugeng.