Kumparan Logo

Jaga Stabilitas Saat Lebaran, BUMN Pangan Impor 420 Ton Daging Sapi dari Brasil

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jangan mencairkan daging sapi dengan air Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Jangan mencairkan daging sapi dengan air Foto: Pixabay

Mendekati Idul Fitri 1442 H, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau PT RNI bersama PT Berdikari (Persero) impor 420 ton daging sapi beku boneless dari Brasil. Tujuannya itu menjaga stabilitas harga daging sapi di dalam negeri.

Daging sapi beku itu didatangkan secara bertahap. Kedatangan pertama sebanyak 140 ton telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin (1/5). Pengiriman kedua akan datang 4 kontainer lagi sebelum Lebaran.

Direktur Utama Berdikari, Harry Warganegara mengatakan, kedatangan pasokan daging sapi ini merupakan bagian dari realisasi penugasan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan daging sapi di tengah hari besar keagamaan nasional (HBKN) khususnya di bulan puasa dan menjelang Lebaran.

"Realisasi penugasan impor ini untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dengan stok yang tersedia, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan daging menjelang Hari Raya Idul Fitri," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5).

Pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar tradisional kelurahan Beurawe, Banda Aceh, Aceh, Jumat (9/4/2021). Foto: Ampelsa/Antara Foto

Sementara itu, Direktur Utama RNI, Arief Prasetyo Adi mengatakan upaya BUMN Klaster Pangan menjaga ketersediaan daging sapi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Arief menilai selain untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran, impor daging ini juga membuka kesempatan untuk mengkaji sejauh mana kualitas produk daging sapi asal Brasil.

“Ini kesempatan untuk melihat kualitas daging sapi asal Brasil. Hal ini merupakan bagian dari upaya agar impor tidak sekadar untuk memenuhi pasokan tetapi juga proses pembelajaran agar industri daging sapi dalam negeri semakin lebih baik,” ungkapnya.

Di sela kunjungan kerja ke lokasi bongkar muat impor daging sapi ini di Tanjung Priok kemarin, Arief mengatakan hal ini juga sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir kepada RNI untuk mengkaji skema transformasi pangan komoditas daging, mulai dari kajian asal produk negaranya, kualitas daging sapinya serta model bisnisnya.

Salah satu langkah transformasi pangan daging ini yaitu adanya rencana pembelian peternakan sapi di Belgia untuk menekan impor daging ke depannya.

Arief mengakui, BUMN Klaster Pangan khususnya yang bergerak dalam industri peternakan masih menerima penugasan impor dari pemerintah lantaran kebutuhan daging yang meningkat dan produksi dalam negeri yang terbatas, apalagi menjelang Lebaran.

“Sampai dengan akhir 2021 RNI melalui Berdikari akan mendistribusikan sebanyak 20 ribu ton daging sapi," katanya.

RNI Pastikan Juga Ketersediaan Gula

Selain komoditas daging, Arief turut meninjau ketersediaan pangan gula untuk memastikan kebutuhan gula jelang Lebaran juga tercukupi. Hal ini dilakukannya dengan melakukan pengecekan langsung dan mengamati kualitas gula ke lokasi pergudangan stok gula di kompleks pergudangan, Jakarta Utara.

Dia memastikan kebutuhan pangan dalam menghadapi hari raya baik itu komoditas daging maupun gula aman tercukupi. “Secara bersamaan RNI juga akan mendistribusikan 75 ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) sampai dengan Lebaran ini," tutur Arief.