Jakarta Bersiap PSBB, Harga Bawang Malah Naik dan Gula Masih Mahal

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus corona segera diberlakukan di DKI Jakarta. Kepastian tersebut didapatkan setelah surat dari Pemprov DKI mendapatkan restu dari Kemenkes.
Rencananya, PSBB mulai berlaku secara efektif pada Jumat (10/4) sampai 14 hari berikutnya. Namun, waktu pelaksanaan PSBB bisa saja diperpanjang sesuai dengan kondisi yang terjadi di DKI Jakarta.
Saat ini Pemprov DKI bersama jajaran sedang mempersiapkan segala langkah dalam penerapan PPSB mulai dari transportasi sampai kegiatan ekonomi lainnya. Ketersediaan bahan pokok tentu tak lepas dari pantauan Pemprov DKI saat PSBB berlangsung.
Jangan sampai PSBB dibarengi dengan bahan pokok yang langka. Sebab, hal itu bisa membuat harga-harga di pasaran mahal yang tidak menutup kemungkinan membuat masyarakat resah.
Lalu, bagaimana kondisi harga bahan pangan di DKI Jakarta saat ini?
Berdasarkan infopangan.jakarta.go.id, pada Rabu (8/4), masih ada kenaikan di beberapa komoditas bahan pokok seperti bawang merah dan bawang putih. Selain itu beberapa jenis beras juga naik meskipun tidak signifikan.
Harga bawang merah saat ini Rp 48.279 per kg, padahal kemarin (7/4) baru menyentuh angka Rp 47.851 per kg. Sementara bawang putih yang kemarin dibanderol Rp 44.957 per kg, saat ini dijual dengan harga 45.340 per kg. Harga bawang putih ini jauh di atas normal. Sebagai pembanding, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bawang putih hanya Rp 35.000 per kg.
Kenaikan juga terjadi di beberapa jenis beras seperti IR II (64) Ramos yang naik Rp 12 menjadi Rp 10.894 per kg, beras IR III (64) juga naik Rp 12 menjadi Rp 9.855 per kg, beras muncul I naik Rp 25 menjadi Rp 12.703, beras IR 42/Pera naik Rp 25 menjadi Rp 12.619 per kg.
Jenis beras yang harganya turun adalah setra I/premium yang turun Rp 38 menjadi Rp 12.637 per kg. Sedangkan beras IR I (IR 64) harganya stabil atau sama dengan kemarin di angka Rp 11.785 per kg.
Beberapa komoditas jenis cabai saat ini mengalami penurunan harga dibanding Selasa (7/4), seperti cabai rawit merah turun Rp 1.170 menjadi Rp 58.191 per kg, cabai rawit hijau sekarang Rp 34.170 per kg atau turun Rp 702, cabai merah besar juga turun Rp 652 menjadi Rp 42.152 per kg.
Sedangkan cabai merah keriting hari ini naik Rp 21 menjadi Rp 35.276 per kg. Kenaikan Rp 21 juga terjadi untuk telur ayam ras menjadi Rp 26.127 per kg, sedangkan harga ayam broiler/ras masih stabil di angka Rp 35.454 per ekor.
Sementara itu, berdasarkan data di ews.kemendag.go.id, harga bahan pokok tidak ada yang turun. Rata-rata harganya ada yang masih masih sama dengan kemarin. Komoditas yang menjadi sorotan tentunya gula pasir.
Harga gula pasir saat ini belum juga turun atau tetap Rp 20.000 ribu per kg. Harga itu dirasa masih terlalu tinggi. Sebagai pembanding, HET gula yang ditetapkan Kemendag hanya Rp 12.500 per kg. Sementara itu telur ayam ras juga tetap sama seperti kemarin yaitu Rp 27.000 per kg.
Harga lainnya seperti bawang merah dan cabai merah besar juga masih sama dengan hari kemarin yaitu masing-masing Rp 40.000 per kg. Garam halus juga masih sama yaitu Rp 12.000.
Daging sapi paha belakang juga tidak mengalami kenaikan harga dari kemarin yaitu masih Rp 120 ribu per kg. Kondisi yang sama juga terjadi untuk harga daging ayam ras yang harganya tetap Rp 37.500 per gram.
