Kumparan Logo

Jalankan Pertanian Berkelanjutan, Pandawa Agri Kurangi 1,5 Juta Liter Pestisida

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pandawa Agri Indonesia Bangun Ekosistem Pertanian Berkelanjutan. Foto: PAI
zoom-in-whitePerbesar
Pandawa Agri Indonesia Bangun Ekosistem Pertanian Berkelanjutan. Foto: PAI

Pandawa Agri Indonesia (PAI), perusahaan reduktan pestisida, turut mempercepat transisi pertanian berkelanjutan di Tanah Air. Selama tahun kaku, PAI telah mengurangi 1,5 juta liter penggunaan pestisida di lebih dari 2 juta hektare lahan perkebunan Indonesia.

Dalam Sustainability Report PAI, Kamis (19/1), lebih dari 16.500 pekerja semprot dan petani telah terhindar dari paparan berlebih bahan kimia berbahaya yang berasal dari pestisida. CEO Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa mengatakan, pengurangan penggunaan pestisida dengan reduktan yang kami lakukan ini telah berkontribusi dalam mengurangi hampir 5.000 ton emisi karbon dioksida.

"Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 31,89 persen dengan usaha sendiri dan 43,2 persen dengan bantuan internasional di tahun 2030 mendatang,” kata Kukuh.

Dia melanjutkan, PAI juga melakukan pendampingan kepada petani untuk mendorong terciptanya sektor pertanian yang berkelanjutan. Saat ini, lanjut Kukuh, PAI telah mengembangkan ekosistem petani padi di Nagekeo, petani kopi di Pagar Alam, dan petani cabai di Banyuwangi.”

"Sejumlah petani dampingan PAI mengalami peningkatan produktivitas hasil panen hingga 53 persen dan pendapatannya meningkat karena hasil panen dibeli dengan harga yang kompetitif," jelasnya.

Kukuh menuturkan, perusahaan juga turut terimbas dari mahalnya harga bahan baku selama tahun lalu. Meski demikian, PAI melakukan berbagai upaya, seperti menggunakan bahan baku lokal, agar hal ini tidak berimbas ke konsumen maupun petani.

"Kita fokus inovasi terhadap bahan baku lokal, sehingga gejolak pricing tidak terlalu naik turun atau naik sekali. PR bagaimana biaya transportasi tahun lalu luar biasa, tapi karena sekarang akses lebih baik, infrastruktur pemerintah sangat membantu kami dari segi biaya," tambahnya.